Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata berbasis Industri dan Dunia Usaha (KKN IDBU) Tim 89 Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Belajar Sains Seru: Hemat Energi dan Kelola Sampah Sejak Dini†bersama pelajar kelas 6 di SDN Kembanglangit.
Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata berbasis Industri dan Dunia Usaha (KKN IDBU) Tim 89 Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Belajar Sains Seru: Hemat Energi dan Kelola Sampah Sejak Dini†bersama pelajar kelas 6 di SDN Kembanglangit.
Kurangnya
kesadaran masyarakat akan isu lingkungan, salah satunya adalah pengelolaan
sampah yang masih kurang maksimal di wilayah Dusun Kebaturan, Desa
Kembanglangit.
Mahasiswa
KKN IDBU Undip Hanuun Fajri Nabiila menyampaikan, bahwa program ini ditujukan
untuk pelajar Sekolah Dasar (SD), hal ini dikarenakan siswa SD berada pada usia
yang sangat baik untuk dikenalkan pentingnya menjaga lingkungan.
“Namun,
banyak di antara mereka yang belum memahami bagaimana kebiasaan sederhana dapat
berdampak baik pada lingkungan,†katanya saat ditemui di SDN Kembanglangit,
Kabupaten Batang, Selasa (12/8/2025).
Permasalahan
ini mendorong mahasiswa KKN Undip dari program studi Fisika dan Biologi
mengadakan kegiatan pembelajaran sains dengan tema hemat energi dan pengelolaan
sampah yang diharapkan bertujuan untuk mengenalkan dan menanamkan kebiasaan
menghemat energi serta pengelolaan sampah yang benar kepada para siswa.
“Kegiatan
edukasi ini dilakukan dengan menyajikan materi menggunakan flipbook yang
dipresentasikan secara interaktif bersama siswa. Pembelajaran ini membahas
berbagai fenomena masalah di lingkungan sekitar, baik di lingkungan sekolah
maupun di rumah,†jelasnya.
Hanuun
Fajri menyebutkan bahwa, materi yang disampaikan mencakup definisi sampah,
jenis-jenis sampah, cara pengelolaan yang tepat, serta manfaat positif dari
kebiasaan mengelola sampah.
“Selain
itu, pelajar juga diajak memahami pentingnya menghemat energi, disertai
penjelasan mengenai pengertian energi, jenis-jenis energi, serta manfaat yang
dapat dirasakan bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari,†terangnya.
Tidak
hanya mendengarkan materi, para pelajar juga terlibat aktif dalam permainan
edukatif. Permainan yang dilakukan adalah memilah sampah bersama yang
sebelumnya telah disiapkan berbagai contoh sampah yang ada di lingkungan
sekolah, kemudian pelajar membedakan antara sampah organik dan sampah
anorganik. Kegiatan ini berlangsung seru dan penuh antusias dari para pelajar.
“Melalui
pendekatan sains sederhana yang menyenangkan, kami berharap pelajar dapat
memahami sekaligus mempraktikkan perilaku ramah lingkungan,†pungkasnya.
Hanuun
Fajri berharap, melalui program ini menjadi langkah awal untuk menanamkan nilai
kepedulian lingkungan sejak dini dan para pelajar diharapkan, dapat menjadi
agen perubahan di lingkungannya masing-masing, menerapkan kebiasaan baik dalam
menghemat energi dan mengelola sampah, serta menjadi contoh yang baik bagi
keluarga dan teman-teman mereka. (MC Batang, Jateng/Jumadi/Sri Rahayu)