Batang - Mahasiswa KKN IDBU 89 UNDIP program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi melaksanakan program Revitalisasi Perpustakaan di SDN Kembanglangit. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali perpustakaan sekolah yang selama ini tidak beroperasi, sekaligus meningkatkan minat kunjung siswa melalui ruang baca yang nyaman dan sistem administrasi yang rapi.
Batang - Mahasiswa KKN IDBU 89 UNDIP program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi melaksanakan program Revitalisasi Perpustakaan di SDN Kembanglangit. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali perpustakaan sekolah yang selama ini tidak beroperasi, sekaligus meningkatkan minat kunjung siswa melalui ruang baca yang nyaman dan sistem administrasi yang rapi.
SDN
Kembanglangit memiliki potensi yang baik karena koleksi bukunya cukup banyak.
Namun, kondisi perpustakaan yang tidak aktif dan belum terkelola dengan baik
membuat fungsi perpustakaan belum optimal.
“Dengan
adanya kurikulum baru, pihak sekolah berencana menghidupkan kembali
perpustakaan sebagai pendukung pembelajaran, dan hal ini menjadi peluang bagi
mahasiswa KKN untuk melakukan revitalisasi,†kata Mahasiswi UNDIP Adlina
Ziyanatul Ardhi saat ditemui di SDN Kembanglangit, Kabupaten Batang, Sabtu
(9/8/2025).
Kegiatan
revitalisasi dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi penataan ulang ruang
perpustakaan agar mudah diakses siswa, pembuatan library signage, preservasi
bahan pustaka, inventarisasi koleksi beserta penentuan nomor inventaris dan
klasifikasi, pembuatan label buku, penyediaan daftar kunjungan perpustakaan,
hingga pembuatan kartu buku untuk mendukung layanan peminjaman dan
pengembalian.
“Selain
itu, mahasiswa juga membuat booklet panduan pengelolaan perpustakaan yang
berisi cara menentukan nomor inventaris, nomor klasifikasi sederhana, dan
pembuatan label buku. Booklet tersebut dilengkapi QR code dan tautan untuk
mengakses template buku induk, daftar kunjungan, label buku, dan kartu buku,â€
jelasnya.
Adlina
Ziyanatul menyebutkan, bahwa menariknya kegiatan ini juga menghadirkan pojok
budaya di salah satu sudut perpustakaan. Pojok budaya ini dihiasi hiasan etnik
dan poster sejarah Pangeran Diponegoro, yang pernah berlindung di kawasan hutan
dan perbukitan Kembanglangit pada masa Perang Diponegoro. Koleksi bertema
sejarah dan budaya Indonesia turut ditempatkan di pojok budaya untuk menambah
wawasan siswa.
“Dengan
adanya program ini, diharapkan perpustakaan SDN Kembanglangit dapat kembali
menjadi pusat literasi yang aktif, menarik, dan berkelanjutan, serta menjadi
sarana pengenalan budaya lokal bagi siswa,†ujar dia. (MC Batang,
Jateng/Jumadi/Sri Rahayu)