Batang - Desa Wonomerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, merupakan salah satu desa potensial di bidang pertanian dan peternakan. Stunting dan sistem administrasi desa yang masih bersifat konvensional dan belum banyak memanfaatkan teknologi digital seperti Google Workspace dalam pengelolaan data dan komunikasi menjadi salah satu contoh hal yang harus bisa diselesaikan oleh tim mahasiswa KKN-T IPB 2025.
Batang - Desa Wonomerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, merupakan salah satu desa potensial di bidang pertanian dan peternakan. Stunting dan sistem administrasi desa yang masih bersifat konvensional dan belum banyak memanfaatkan teknologi digital seperti Google Workspace dalam pengelolaan data dan komunikasi menjadi salah satu contoh hal yang harus bisa diselesaikan oleh tim mahasiswa KKN-T IPB 2025.
Setelah
melakukan Lokakarya 1 dengan nuansa biru yang menjadi identitas khas kelompok,
mahasiswa hadir bukan hanya sebagai pelaksana program kerja, namun juga sebagai
bagian dari masyarakat desa yang siap belajar, tumbuh, dan memberi kontribusi
nyata.
Kepala
Desa Wonomerto Bakhir menyampaikan, harapannya agar masyarakat turut berperan
aktif dalam menyukseskan program-program mahasiswa.
“Program
ini tidak akan berjalan kalau hanya mahasiswa saja yang kerja, harus ada kerja
sama dari warga semua,†jelasnya saat ditemui di Balai Desa Wonomerto,
Kabupaten Batang, Selasa (29/7/2025).
Hal
ini juga ditegaskan oleh Koordinator Desa KKN Arif menyampaikan, tidak akan
berdampak kalau tidak ada kolaborasi dengan masyarakat, karena kami berharap
program yang dilaksanakan dapat terus berlanjut dan memberi manfaat jangka
panjang bagi desa.
Tim
mahasiswa KKN-T IPB yang beranggotakan Arif, Puji, Annisa, Fajar, Luthfiana,
Deni, Khansa, dan Hani menjalankan berbagai program lintas sektor sejak akhir
Juni 2025.
Pekan
ketiga selama KKNT dimulai dengan menjalankan program kerja Cegah Risiko Gizi
Anak Sejak Dini (CERGAS) yang dilaksanakan sejak 7 hingga 10 Juli 2025 di empat
posyandu berbeda.
Edukasi
yang diberikan terkait stunting mencakup penyebab, dampak, cara pencegahan,
serta informasi seputar isi piringku dan pentingnya kehadiran di posyandu.
Rangkaian edukasi diawali dengan pre-test, kemudian dilanjutkan penyampaian
materi, penyebaran leaflet, dan ditutup dengan post-test untuk melihat
perubahan pemahaman para ibu.
Selain
edukasi, tim KKNT juga aktif membantu kegiatan posyandu seperti mengukur tinggi
dan berat badan anak, lingkar kepala, serta pencatatan status gizi pada Kartu
Menuju Sehat (KMS) dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Pada
Jumat (11/7/2025), tim KKN-T beralih ke sektor peternakan melalui program
Silase Guna Atasi Pakan (SIGAP). Program ini dijalankan bersama peternak lokal
untuk membuat silase dari limbah lokal sebagai solusi penyediaan pakan ternak
saat musim kemarau. Inovasi yang dikenalkan adalah pemanfaatan kulit kopi,
limbah pertanian yang melimpah di Wonomerto, sebagai bahan fermentasi silase.
Silase dibuat dari rumput odot, dedak, molases, EM4, dan kulit kopi, kemudian
difermentasi dalam drum tertutup.
Proses
pembuatan silase menjadi ruang interaksi yang hangat antara mahasiswa dan
peternak, serta membuka diskusi mengenai pengelolaan pakan ternak yang lebih
efisien dan berkelanjutan.
Di
bidang tata kelola desa, tim KKN-T menyelenggarakan Program Digitalisasi
Administrasi Perangkat Desa pada Selasa (14/7/2025). Workshop ini bertujuan
meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi digital,
khususnya Google Workspace. Materi mencakup Google Drive, Docs, Sheets, dan
Forms sebagai sarana pengarsipan dan pengelolaan data. Melalui sesi praktik
langsung, peserta tampak antusias berdiskusi dan mencoba langsung fitur-fitur
yang disampaikan.
Seiring
berjalannya program-program yang telah dilaksanakan, mulai terlihat dampak
positif di tengah masyarakat Desa Wonomerto. Antusiasme warga dalam mengikuti
kegiatan meningkat, serta mulai tumbuh semangat untuk menerima inovasi dan
perubahan.
Kolaborasi
antara mahasiswa dan masyarakat menjadi langkah awal yang penting menuju
pembangunan desa yang berkelanjutan. Selain program-program yang telah
dipaparkan, masih banyak kegiatan lain yang telah dilaksanakan, termasuk di
bidang UMKM dan pertanian, yang juga berkontribusi dalam mendorong kemandirian
dan ketahanan desa.
Kehadiran
tim KKNT IPB 2025 di Desa Wonomerto bukan sekadar menjalankan program, tetapi
juga membangun kedekatan dan belajar bersama masyarakat. Setiap kegiatan yang
dilakukan menjadi pengalaman berharga, baik bagi warga maupun mahasiswa. Dengan
semangat kebersamaan, harapannya benih kolaborasi yang sudah tumbuh dapat terus
dirawat dan memberi dampak positif bagi desa di waktu-waktu mendatang. (MC
Batang, Jateng/Jumadi/Sri Rahayu)