Sarat Makna Perjuangan, Seni Babalu Bakal Menuju WBTB

Kamis, 24 Juli 2025 Jumadi Dibaca 1.135 kali Seni dan Budaya
Sarat Makna Perjuangan, Seni Babalu Bakal Menuju WBTB
Sejumlah Seniman menampilkan aksinya di Batang Teras Pandawa, Kabupaten Batang.
Batang - Kesenian rakyat Babalu yang terdiri dari unsur seni tari, musik dan teater khas Kabupaten Batang kembali dipentaskan secara khusus oleh para generasi muda. Pementasan kali ini sangat istimewa karena menjadi salah satu syarat agar terdata sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Batang - Kesenian rakyat Babalu yang terdiri dari unsur seni tari, musik dan teater khas Kabupaten Batang kembali dipentaskan secara khusus oleh para generasi muda. Pementasan kali ini sangat istimewa karena menjadi salah satu syarat agar terdata sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Kesenian rakyat Babalu yang telah ada sejak 1930-an, digunakan para pejuang Kabupaten Batang menjadi media untuk melawan penjajah Belanda. Di balik keunikan kesenian tersebut, para pejuang Kabupaten Batang menyusun siasat untuk mampu memberangus para penjajah, melalui tak tik yang dibalut pementasan.

Sutradara dan Penulis Lakon Kesenian Babalu Ahmad Zaenuri mempersiapkan pementasan kali ini dengan maksimal karena demi Babalu mendapat pengakuan dari pemerintah sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Prosesnya perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng hadir untuk menyaksikan dan menilai langsung selama proses pementasan.

“Usai pementasan, mereka mengajukan beberapa pertanyaan terkait eksistensi seni Babalu di Batang hingga regenerasi pemain, untuk melestarikan kebudayaan leluhur. Setelah proses penilaian dirasa cukup dan layak, maka akan diajukan ke Kementrian Kebudayaan RI sebagai WBTB,” katanya, saat ditemui di Batang Teras Pandawa, Kabupaten Batang, Kamis (24/7/2025).

Untuk memastikan, Babalu adalah kesenian asli dari leluhur Batang, atau hanya kesenian kontemporer, maka harus didukung dengan pementasan.

“Setelah ada pengakuan dengan dimasukkan sebagai WBTB, harapannya masyarakat akan makin mencintai dan ikut melestarikan karena Babalu adalah asli dari Kabupaten Batang,” jelasnya.

Tim Penggali Kesenian Babalu, Sugito Hadisastro menggali data dari pelaku seni maupun penikmatnya kala itu, melalui Ibu Sumiyati dan Bapak Suprayitno selama kurun waktu beberapa tahun.

“Dari penggalian tersebut diketahui kalau Babalu merupakan kesenian yang lahir dari semangat pejuang Batang untuk menyusun siasat perang saat Agresi Militer I dan II, supaya tidak ketahuan kalau sebenarnya pementasan itu hanya strategi saja,” tuturnya.

Untuk memperkuat Babalu dijadikan WBTB, para seniman secara intens mengenalkan kepada generasi muda lewat pentas keliling dan even yang digelar Dewan Kesenian Daerah setempat. Demikian pula oleh Disdikbud Batang, Babalu telah dijadikan muatan lokal di jenjang SD hingga materi perkuliahan seni tari di Unnes, bahkan para mahasiswa pun turut menggali informasi untuk dijadikan bahan penyusunan skripsi.

Usai menyaksikan langsung pementasan Babalu, Analis Warisan Budaya Disdikbud Jateng Iwuk Tri Kiswarsiki mengaku takjub dengan penampilan para pelaku seni. Rencananya penampilan mereka akan dijadikan salah satu syarat untuk pengajuan WBTB dari Jawa Tengah ke Kementerian Kebudayaan RI.

“Dari hasil penilaian dan pengamatan tadi Babalu ini tersirat nilai dan pesan dari pemerintah yang tersampaikan ke publik lewat kesenian. Kriteria supaya lolos ada substansi Nasional, telah ada lebih dari 50 tahun, maka tepat Babalu diusulkan karena sudah ada antara 1930 hingga 1940-an,” ujar dia.

Tahun ini Babalu akan dilakukan pencatatan melalui aplikasi Data Pokok Kebudayaan (Dapobud), lalu tahun 2026 pengusulan penetapan oleh provinsi. Di Jawa Tengah, Disdikbud telah mendata sebanyak 165 seni, budaya dan kuliner khas yang lolos sebagai WBTB. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 99
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 411
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 50
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 137
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 127
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 183