Batang - NGO Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya kembali menggelar Sosialisasi dan Penguatan Kelembagaan untuk Pengembangan Usaha Wanatani melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan, di Balai Desa Bismo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jumat (18/7/2025).
Batang - NGO Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya kembali menggelar Sosialisasi dan Penguatan Kelembagaan untuk Pengembangan Usaha Wanatani melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan, di Balai Desa Bismo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jumat (18/7/2025).
Kegiatan
ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan akses perempuan
terhadap sumber daya lahan serta penguatan kewirausahaan sosial pada sektor
wanatani berkelanjutan.
Kepala
Desa Bismo, Muji, mengapresiasi atas pelaksanaan program pendampingan yang
menyasar kelompok perempuan pengelola hutan.
“Kami
sangat berterima kasih atas kehadiran PUPUK yang memberikan ruang kepada
perempuan untuk berkembang dan mengelola potensi wanatani,†jelasnya.
Sementara
itu, CDK Wilayah IV Jawa Tengah Pungkas Priyanto menekankan, pentingnya
penguatan kelembagaan KUPS. “Dengan kelembagaan yang kuat, KUPS perempuan
diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya serta berdampak positif
bagi perekonomian masyarakat sekitar,†katanya.
Field
Officer PUPUK, Thoriqul Huda menjelaskan, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan
proses penguatan kelembagaan dan perencanaan program. “Kita akan menyusun
rencana bersama dan membekali kelompok dengan pelatihan teknis dan manajerial,â€
tuturnya.
Program
Officer PUPUK Surabaya, Endang Susilowati menyampaikan, program telah berjalan
di tiga desa dan kini bertambah dua desa baru, yakni Bismo dan Sodong. “Kami
akan mendampingi secara berkala selama 15 bulan, dan memberikan pelatihan
manajemen dan administrasi kepada KUPS perempuan,†jelasnya.
Camat
Blado Sutarno mendukung penuh pengembangan usaha wanatani, khususnya melalui
kelompok perempuan. Semoga ini bisa menjadi model pengelolaan sumber daya alam
yang partisipatif.
Ia
menambahkan, program ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan isu
gender, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal di wilayah
perhutanan sosial. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)