Wakil Bupati Batang Jawab Keprihatinan Fraksi Soal Penurunan PAD Rp 26 Miliar

Senin, 07 Juli 2025 Jumadi Dibaca 383 kali Acara Pimpinan Daerah
Wakil Bupati Batang Jawab Keprihatinan Fraksi Soal Penurunan PAD Rp 26 Miliar
Wakil Bupati Batang Suyono (kiri), memberikan sambutan saat Rapat Paripurna di DPRD Batang.
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono mewakili Bupati M. Faiz Kurniawan menjawab keprihatinan berbagai fraksi DPRD terkait penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp26 miliar.

Batang - Wakil Bupati Batang Suyono mewakili Bupati M. Faiz Kurniawan menjawab keprihatinan berbagai fraksi DPRD terkait penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp26 miliar.

Perubahan APBD Kabupaten Batang 2025 yang dibahas dalam rapat paripurna itu memang menyimpan sejumlah catatan. Penurunan PAD yang mencapai 29,5% dari target awal Rp88 miliar menjadi Rp 62 miliar, khususnya dari sektor opsen pajak kendaraan bermotor, menjadi sorotan utama para wakil rakyat.

“Penurunan PAD yang terjadi dikarenakan adanya penyesuaian Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor,” katanya saat Rapat PAripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (7/7/2025).

Namun, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Untuk mengompensasi penurunan tersebut, target pendapatan pajak daerah justru ditingkatkan dari Rp142 miliar menjadi Rp155 miliar - naik 9,3% atau sebesar Rp13 miliar. Langkah ini menunjukkan upaya serius dalam menjaga stabilitas keuangan daerah.

Dalam era digital ini, Pemkab Batang tidak ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi. Aplikasi Sistem Informasi Elektronik Pajak Batang Hebat (SILEPBAH) menjadi andalan utama, dilengkapi dengan Billing Center yang memudahkan masyarakat.

“Kami telah membuka kanal-kanal online melalui Alfamart, Shopee, Bukalapak, Indomaret, M-Banking, dan lain-lain. Salah satu poin menarik dari jawaban pemerintah adalah komitmen terhadap transparansi. Aplikasi Lapor dan Konsultasi Elektronik (Lakon'e) di laman https://wbs.batang.go.id telah disediakan untuk pengawasan masyarakat. Sistem ini berdasarkan Peraturan Bupati Batang Nomor 49 Tahun 2019 tentang Whistleblowing System,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, aplikasi Sistem Informasi Pembinaan dan Pengawasan (Simwas) juga hadir untuk mendokumentasikan seluruh proses pengawasan oleh Inspektorat Daerah melalui laman https://simwas.batangkab.go.id.

Suyono juga menyebutkan, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menjadi sorotan khusus dari Fraksi PDIP. Meski belum memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah, Wakil Bupati optimis dengan potensi ke depan.

“KITB masih dalam tahap pembangunan. Sampai dengan saat ini KITB sudah memberikan sumbangsih pendapatan berupa PBB-P2, Pajak Reklame dan Pajak Air Tanah serta Retribusi PTKA,” tegasnya.

Menghadapi kritik soal ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat, Wakil Bupati Suyono menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan PAD.

“Penerapan Pagu Indikatif Kecamatan menjadi salah satu terobosan yang memberikan ruang fiskal tersendiri bagi kecamatan untuk merespons kebutuhan prioritas wilayahnya. Pendekatan ini memungkinkan usulan masyarakat dari Musrenbang dapat lebih mudah diakomodasi,” terangnya.

Di tengah berbagai tantangan, Kabupaten Batang berhasil meraih prestasi membanggakan. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI membuktikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Hasil audit ini telah dipublikasikan melalui website PPID sehingga publik dapat mengakses dan mencermati pertanggungjawaban keuangan pemda.

“Dengan berbagai strategi yang telah dipaparkan, Kabupaten Batang berupaya membuktikan bahwa tantangan keuangan bukan halangan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kunci utamanya terletak pada kolaborasi yang solid antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan tata kelola anggaran yang adil, terbuka, dan berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 104
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 139
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 129
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184