Batang - Wakil Bupati Batang Suyono mewakili Bupati M. Faiz Kurniawan menjawab keprihatinan berbagai fraksi DPRD terkait penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp26 miliar.
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono mewakili Bupati M. Faiz Kurniawan menjawab keprihatinan berbagai fraksi DPRD terkait penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp26 miliar.
Perubahan
APBD Kabupaten Batang 2025 yang dibahas dalam rapat paripurna itu memang
menyimpan sejumlah catatan. Penurunan PAD yang mencapai 29,5% dari target awal
Rp88 miliar menjadi Rp 62 miliar, khususnya dari sektor opsen pajak kendaraan
bermotor, menjadi sorotan utama para wakil rakyat.
“Penurunan
PAD yang terjadi dikarenakan adanya penyesuaian Opsen Pajak Kendaraan Bermotor
dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor,†katanya saat Rapat PAripurna di
DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (7/7/2025).
Namun,
pemerintah daerah tidak tinggal diam. Untuk mengompensasi penurunan tersebut,
target pendapatan pajak daerah justru ditingkatkan dari Rp142 miliar menjadi Rp155
miliar - naik 9,3% atau sebesar Rp13 miliar. Langkah ini menunjukkan upaya
serius dalam menjaga stabilitas keuangan daerah.
Dalam
era digital ini, Pemkab Batang tidak ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi.
Aplikasi Sistem Informasi Elektronik Pajak Batang Hebat (SILEPBAH) menjadi
andalan utama, dilengkapi dengan Billing Center yang memudahkan masyarakat.
“Kami
telah membuka kanal-kanal online melalui Alfamart, Shopee, Bukalapak,
Indomaret, M-Banking, dan lain-lain. Salah satu poin menarik dari jawaban
pemerintah adalah komitmen terhadap transparansi. Aplikasi Lapor dan Konsultasi
Elektronik (Lakon'e) di laman https://wbs.batang.go.id telah disediakan untuk
pengawasan masyarakat. Sistem ini berdasarkan Peraturan Bupati Batang Nomor 49
Tahun 2019 tentang Whistleblowing System,†jelasnya.
Tidak
hanya itu, lanjut dia, aplikasi Sistem Informasi Pembinaan dan Pengawasan (Simwas)
juga hadir untuk mendokumentasikan seluruh proses pengawasan oleh Inspektorat
Daerah melalui laman https://simwas.batangkab.go.id.
Suyono
juga menyebutkan, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menjadi sorotan khusus
dari Fraksi PDIP. Meski belum memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan
daerah, Wakil Bupati optimis dengan potensi ke depan.
“KITB
masih dalam tahap pembangunan. Sampai dengan saat ini KITB sudah memberikan
sumbangsih pendapatan berupa PBB-P2, Pajak Reklame dan Pajak Air Tanah serta
Retribusi PTKA,†tegasnya.
Menghadapi
kritik soal ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat, Wakil Bupati
Suyono menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan PAD.
“Penerapan
Pagu Indikatif Kecamatan menjadi salah satu terobosan yang memberikan ruang
fiskal tersendiri bagi kecamatan untuk merespons kebutuhan prioritas
wilayahnya. Pendekatan ini memungkinkan usulan masyarakat dari Musrenbang dapat
lebih mudah diakomodasi,†terangnya.
Di
tengah berbagai tantangan, Kabupaten Batang berhasil meraih prestasi
membanggakan. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) RI membuktikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan
keuangan daerah. Hasil audit ini telah dipublikasikan melalui website PPID
sehingga publik dapat mengakses dan mencermati pertanggungjawaban keuangan
pemda.
“Dengan berbagai strategi yang telah dipaparkan, Kabupaten Batang berupaya membuktikan bahwa tantangan keuangan bukan halangan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kunci utamanya terletak pada kolaborasi yang solid antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan tata kelola anggaran yang adil, terbuka, dan berpihak kepada rakyat,†pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)