Batang - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI intens menyosialisasikan penyusunan dokumen rencana kontingensi, sebagai kesiapsiagaan terhadap kerawanan munculnya penyakit berpotensi wabah. Dokumen tersebut nantinya digunakan sebagai acuan untuk mengambil langkah penanganan ketika terjadi wabah, melihat potensi kerawanan yang muncul dalam menanggulangi penyakit berpotensi wabah.
Batang - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI intens menyosialisasikan penyusunan dokumen rencana kontingensi, sebagai kesiapsiagaan terhadap kerawanan munculnya penyakit berpotensi wabah. Dokumen tersebut nantinya digunakan sebagai acuan untuk mengambil langkah penanganan ketika terjadi wabah, melihat potensi kerawanan yang muncul dalam menanggulangi penyakit berpotensi wabah.
Administrator
Kesehatan Ahli Madya Direktorat Surveilans Karantina Kesehatan Kemenkes RI
Gunawan Wahyu Nugroho mengatakan, Kabupaten Batang melalui instansi terkait
harus mempunyai pemahaman yang sama apabila terjadi wabah. Apabila rencana
kontigensi telah terdokumentasi, masyarakat bersama instansi terkait diharapkan
telah siap mengambil langkah penanganan yang tepat.
“Dengan
adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Batang yang memungkinkan
banyaknya tenaga kerja dari luar wilayah bahkan luar negeri, perlu dilakukan
mitigasi terhadap penyakit menular berpotensi wabah di Kabupaten Batang
misalnya COVID-19, MERS (Midlle East Respiratory Syndrom), anthrax dan lain
lain,†terangnya, usai menjadi pemateri, di Aula Hotel Sendang Sari Batang,
Kabupaten Batang, Rabu (2/7/2025).
Sementara
itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Batang Ida Susilaksmi menerangkan, sosialisasi
ini menjadi media untuk menyusun rencana kontigensi dengan melibatkan lintas
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lintas profesi di Kabupaten Batang, sehingga dapat melakukan
penanganan penyakit berpotensi wabah secara terintegrasi.
“Belajar dari pengalaman pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu, penyusunan rencana kontigensi ini merupakan hal yang sangat penting agar ketika terjadi wabah kita tidak lagi gagap dalam menanganinya secara komprehensif,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)