Batang - Ribuan warga Kelurahan Proyonanggan Selatan (Prosel), Kabupaten Batang tumpah ruah turun ke jalan menunjukkan kegembiraannya menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Berbalut beragam kostum, warga dari lima RW menunjukkan keunikan tampilan dallam Pawai Ta'aruf Gebyar Muharam.
Batang - Ribuan warga Kelurahan Proyonanggan Selatan (Prosel), Kabupaten Batang tumpah ruah turun ke jalan menunjukkan kegembiraannya menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Berbalut beragam kostum, warga dari lima RW menunjukkan keunikan tampilan dallam Pawai Ta'aruf Gebyar Muharam.
Lurah
Prosel Fariz Mukti mengatakan, kegiatan ini digelar untuk pertama kali dan
diinisiasi oleh Jam'iyah Tahlil Padang Bulan. Sebanyak 2 ribu peserta
menampilkan replika masjid, Ka'bah hingga naga liong, yang menandakan warga
Prosel mencintai kebhinekaan.
“Pawai
ini diikuti 300-400 warga tiap RW, jadi totalnya ada sekitar 2 ribuan peserta
dengan menunjukkan ikon masing-masing. RW 5 ikon masjid, RW 4 obor besar, RW 3
Alquran, RW 2 Ka'bah dan RW 1 bedug,†katanya saat ditemui di lapangan Dracik
Kampus, Prosel, Kabupaten Batang, Jumat (27/6/2025) malam.
Fariz
mengharapkan pawai ini menjadi penyemangat warga untuk mempererat ukhuwah
islamiyah dan syiar Islam serta mempererat tali silaturahmi.
“Semoga
pawai ini membawa warga kami untuk terus semakin guyub rukun dan menunjukkan
kekompakkan shingga tercipta lingkungan yang harmonis dan religius,†harapnya.
Ketua
Panitia Gebyar Muharam Sukirman menerangkan, pawai perdana ini digelar sebagai
implementasi dari semangat hijrah Rasulullah yang direalisasikan dengan
berpindah dari perilaku buruk ke perilaku yang lebih baik.
“Untuk
tahun ke depan digelar lebih baik lagi, agar pesan moral keagamaan lebih bisa
dirasakan masyarakat,†ungkapnya.
Peserta
akan melewati rute sejauh 2 kilometer dari Jalan Ki Mangunsarkoro - Gajah Mada
- Ahmad Dahlan - Ahmad Yani - kembali ke Gajah Mada - Ki Mangunsarkoro dan
berakhir di Jalan Garuda. Sebagai wujud apresiasi terhadap semangat warga, panitia
menyiapkan uang tunai Rp2,5 juta bagi peserta terbanyak dan terunik.
Sementara
itu, Salah satu warga RT 3 RW 3, Wawan sangat antusias mengikuti event ini.
Wilayahnya menampilkan ikon kiai yang sedang membaca Al Quran.
“Kalau
ikon yang ditampilkan, jadi kiai yang lagi baca Al Quran, terus ada setan yang
terbakar karena dibacakan ayat suci. Rasanya senang sekali, karena ini baru
pertama, semoga tahun depan ada lagi dan lebih meriah,†ujar dia. (MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)