Batang - Momen Malam Satu Suro 1959 di Kabupaten Batang terasa istimewa, pasalnya tak hanya untuk melakukan prosesi penjamasan Tombak Pusaka Kyai Abirawa saja. Namun, Pemda sengaja menggelar pameran keris yang menambah nuansa kesakralan Malam Satu Suro, sekaligus mengedukasi publik untuk mengulik lebih dalam seputar benda pusaka tersebut.
Batang - Momen Malam Satu Suro 1959 di Kabupaten Batang terasa istimewa, pasalnya tak hanya untuk melakukan prosesi penjamasan Tombak Pusaka Kyai Abirawa saja. Namun, Pemda sengaja menggelar pameran keris yang menambah nuansa kesakralan Malam Satu Suro, sekaligus mengedukasi publik untuk mengulik lebih dalam seputar benda pusaka tersebut.
Sebanyak
47 bilah keris dipamerkan di Pendapa Kabupaten Batang, Kamis (26/6/2025),
dengan beragam jenis dan kegunaannya. Di antaranya tangguh Singosari yang
tertua dari era Ken Arok bernama Keris Megantoro serta tangguh Mataraman dengan
jenis yang dipajang Tilam Upih, Jalak, Singo Barong, Nogo Sosro, Brojol dan
Regol.
Sesepuh
Paguyuban Tosan Aji Abirawa Supriyo Laksono mengatakan, pameran keris digelar
untuk melestarikan budaya leluhur agar tidak punah. Tujuannya tak lain hanya
untuk mengedukasi publik, agar tidak merasa tabu untuk memperbincangkan keris
sebagai salah satu benda pusaka.
“Contohnya
Singo Barong untuk senopati berperang, Nogo Sosro untuk raja dan lainnya.
Mayoritas milik anggota paguyuban dan tidak ada dari kerabat keraton, salah
satunya Keris Nogo Poso pamor Keleng Kinatah warangka Ladrang Solo milik dr.
Didiet Wisnuhardanto,†jelasnya.
Dilihat
dari sisi kegunaannya, ada dua kemanfaatan keris bagi pemiliknya, yakni Ageman
dan Piandel. “Ageman hanya dikenakan untuk melengkapi busana yang dipakai,
sedangkan Paindel hanya disimpan di rumah karena pusaka, bagi yang percaya
diambil "tuahnya",†terangnya.
Sebelumnya
pameran telah digelar di Surakarta, Yogyakarta hingga Kertanegara. Sedangkan
pameran bertepatan Malam Satu Suro ia membenarkan baru pertama kali digelar di
Pendapa.
Sementara
itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan pun berkesempatan dihadiahi sebilah Keris
Jalak Ngore, tangguh Pesisiran, pamor Wos Watuh, warangka Ladrang Solo. Yang
diberikan Ketua Paguyuban Tosan Aji Abirawa Ibnu Kharis yang memiliki tuah agar
keinginan tercapai dan Batang menjadi makmur.
Usai
menerima keris tersebut, Bupati Faiz bersyukur dan akan menjaga dengan penuh
tanggung jawab, terlebih telah diamati langsung oleh pemilik sebelumnya.
“Semoga
keris ini bisa jadi wasilah untuk memiliki kekuatan, amanah dan bermanfaat bagi
masyarakat Batang,†ujar dia.
Faiz juga mengapresiasi digelarnya pameran tersebut karena begitu banyak warga Batang yang mengoleksi keris terutama yang mengandung nilai kesejarahan. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)