Inkulturisasi Budaya, Gereja Santo Yusup Rayakan Misa Sura

Kamis, 26 Juni 2025 Jumadi Dibaca 974 kali Kegiatan Keagamaan
Inkulturisasi Budaya, Gereja Santo Yusup Rayakan Misa Sura
Sejumlah jemaat rayakan Misa Sura di Gereja Santo Yusup Batang.
Batang - Menjelang malam Satu Sura 1959, jemaat Gereja Katolik Santo Yusup Batang menggelar Malam Tirakatan yang dibalut Misa Suro. Seluruh prosesi Misa, digelar menggunakan adat dan tradisi Jawa, mulai dari bahasa, kidung pujian hingga gunungan hasil bumi yang turut melengkapi.

Batang - Menjelang malam Satu Sura 1959, jemaat Gereja Katolik Santo Yusup Batang menggelar Malam Tirakatan yang dibalut Misa Suro. Seluruh prosesi Misa, digelar menggunakan adat dan tradisi Jawa, mulai dari bahasa, kidung pujian hingga gunungan hasil bumi yang turut melengkapi.

Prosesi ibadah diaplikasikan dengan lantunan kidung pujian berbahasa Jawa, hingga khotbah Romo Paskalis Tejo Wibowo yang seluruhnya menggunakan tata bahasa Jawa. Romo Tejo sapaan akrabnya, menyampaikan, penggunaan bahasa Jawa dalam Misa sudah intens dilakukan tidak hanya dalam momentum tertentu saja.

“Di Gereja Katolik, sering menggunakan bahasa Jawa tiap minggu ketiga dan kelima. Contohnya di Gereja Stasi Santa Maria Simbang rutin berbahasa Jawa tiap minggu ketiga,” katanya usai memimpin Misa Sura, di Gereja Santo Yusup Batang, Kabupaten Batang, Rabu (25/6/2025).

Misa Sura digelar untuk pertama kalinya oleh jemaat dengan menyertakan gunungan hasil bumi merupakan implementasi pesan Paus Fransiskus kala itu.

“Yakni di mana bumi sebagai rumah manusia yang menumbuhkan segala jenis bahan makanan, dan diwujudkan rasa syukur itu dengan gunungan sayuran,” jelasnya.

Terkait pemberkatan salib, merupakan implementasi dari adat masyarakat Jawa yang senantiasa melakukan jamasan terhadap keris pusaka, yang jadi "pegangan". Maka tak berbeda jauh dengan umat Katolik, yang memiliki Kristus yang tersalibkan jadi lambang kekuatan untuk dilakukan "penjamasan" terhadap salib.

“Kalau masyarakat Jawa melakukan penjamasan terhadap keris yang setahun terpajang di dinding, sama halnya dengan Salib Kristus yang "dijamas" menggunakan air suci. Itu agar cahaya kemuliaan Allah kian terpancar, sehingga memancarkan berkat bagi orang di rumah itu,” tegasnya.

Ia memastikan, Misa Sura akan digelar tiap tahunnya, karena wujud inkulturisasi budaya, sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya Jawa di dalam komunitas.

“Ini wujud kebhinekaan, terbukti Gereja Katolik pun umatnya ada yang Jawa, Tionghoa, Batak dan sebagainya,” ungkapnya.

Momentum spesial memeriahkan Malam Satu Sura, pun ditunjukkan para jemaat dengan berbusana Jawa lengkap, seperti beskap dan blangkon maupun kebaya dan kain. Salah satu jemaat, Antonius Cipto Hartono membenarkan, sebagai warga Jawa yang menghormati tradisi maka momen Malam Satu Sura diakulturasi dengan busana bernuansa Jawa.

“Karena sebentar lagi mau pergantian tahun Jawa 1959, yang kami kenakan ini bukti nguri-uri budaya. Termasuk Misa berbahasa Jawa, masih bisa diikuti, kendalanya justru anak muda yang sedikit kesulitan karena sudah jarang berbahasa Jawa,” tandasnya.

Sementara sang istri, Imelda mengaku terharu dengan pemberkatan atau "jamasan" salib. “Kalau orang tua dulu punya keris sebagai piandel, sekarang kami warga Katolik punya andel-andel Salib Kristus yang dijamas,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 100
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184