Batang - Sejumlah siswi berlenggak - lenggok menari tarian khas Kabupaten Batang Babalu, dalam pelepasan siswa-siswi SD Negeri Proyonanggan 9. Dipilihnya tarian tersebut karena Babalu adalah seni tari asli Kabupaten Batang yang harus dilestarikan.
Batang - Sejumlah siswi berlenggak - lenggok menari tarian khas Kabupaten Batang Babalu, dalam pelepasan siswa-siswi SD Negeri Proyonanggan 9. Dipilihnya tarian tersebut karena Babalu adalah seni tari asli Kabupaten Batang yang harus dilestarikan.
Para
penari yang merupakan siswi kelas 6 sengaja menampilkan tari Babalu karena
untuk menari yang terakhir kalinya sebelum melanjutkan ke jenjang SMP.
Mega
Novianti dan Kartika Wulansari mengatakan, tari Babalu yang asli dari Batang
memang harus dilestarikan, jadi sebagai generasi muda wajib mempelajari.
“Persiapannya
dua mingguan latihan sama teman-teman, cuma lihat di aplikasi YouTube. Karena
latihan sendiri jadi kurang kompak sendikit, tapi walaupun demikian yang
penting pingin memberikan persembahan spesial dengan menari untuk terakhir
kalinya di SD,†katanya, saat ditemui di SD Negeri Proyonanggan 9 Batang, Kabupaten
Batang, Senin (16/6/2025).
Senada
Kartika Wulansari mengaku memiliki kegemaran menari sejak PAUD dan terus
terasah hingga mengikuti sejumlah perlombaan dan tampil khusus di even
pelepasan siswa-siswi kelas 6. Paling senang tari Babalu, Saman dan beberapa
tari lainnya.
Keenam
penari tersebut Mega, Kartika, Nurul, Safinatul, Niswah dan Raysa berkeinginan
untuk terus mengasah kemampuan dalam seni tari, walaupun masih harus banyak
belajar.
“Nanti
pinginnya melanjutkan ke SMP 3, bareng sama teman-teman biar kalau ada
kesempatan bisa nari bareng lagi,†harapnya.
Melihat
bakat seni tari anak didiknya, Kepala SD Negeri Proyonanggan 9 Rustika Yulianti
mengatakan, patut diapresiasi karena menumbuhkan kepercayaan diri dan kerja
sama yang baik. Tari Babalu memang khas Batang dan membawa pesan perjuangan
dilihat dari gerak tarinya.
“Alhamdulillah
penampilan anak-anak bagus, ceria, bersemangat dan yang terpenting
kebersamaannya yang terkenang sepanjang masa. Itu bisa berkelanjutan dengan
nari Babalu lagi sambil reuni,†ujar dia.
Rustika
mengimbau bagi anak didik yang telah lulus, agar bisa melanjutkan ke jenjang
pendidikan selanjutnya dan terus bersemangat belajar demi meraih cita-cita.
Selain Babalu, para peserta didik juga unjuk kebolehan dalam memeriahkan
kegiatan tersebut, di antaranya pencak silat, persembahan tari Lelaku Resik,
Manuk Dadali, Jaranan dan lainnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)