Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyebut bahwa para ibu sejatinya adalah "Menteri Keuangan" dalam keluarga masing-masing. Mereka mengatur keuangan rumah tangga, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga biaya pendidikan anak. Oleh karena itu, pemahaman literasi keuangan, terutama berbasis syariah, dinilai sangat penting.
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyebut bahwa para ibu sejatinya adalah "Menteri Keuangan" dalam keluarga masing-masing. Mereka mengatur keuangan rumah tangga, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga biaya pendidikan anak. Oleh karena itu, pemahaman literasi keuangan, terutama berbasis syariah, dinilai sangat penting.
Hal
itu disampaikan Faiz saat meluncurkan program Sahabat Ibu Cakap Literasi
Keuangan Syariah (SICANTIKS) dengan tema “Wujudkan Mimpi, Melangkah Pasti,
Perkuat Financial Literacy†di Pendapa Kabupaten Batang, Rabu (11/6/2025).
“Ibu-ibu
ini adalah Menteri Keuangan di rumahnya masing-masing, yang mengelola keuangan
dan menganggarkan belanja keseharian, kebutuhan hidup, uang pendidikan untuk
anak-anaknya. Ibu juga yang menyiapkan,†katanya.
Ia
menambahkan bahwa, ketika terjadi krisis atau bencana, ibu-ibu pula yang
memutar otak dengan menabung atau bahkan berutang untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
“Artinya,
literasi keuangan itu sangat penting. Karena mereka yang mengelola keuangan di
rumah tangga. Maka ibu-ibu perlu dibekali ilmu ini,†tegasnya.
Faiz
berharap, ilmu yang didapat dari pelatihan ini tidak berhenti pada peserta
saja, tetapi juga bisa diteruskan kepada anggota PKK di daerah masing-masing. Ia
juga menyinggung pentingnya menanamkan budaya menabung dan investasi sejak
dini.
“Kalau
mau investasi tanah kan mahal, tapi kalau produk keuangan atau produk reksa
dana sangat mungkin dengan dana Rp500 ribu atau Rp1 juta. Kita bisa beli dan
jual kapan saja saat dibutuhkan,†ungkapnya.
Selain
itu, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan metode pembayaran digital,
termasuk di pasar, restoran, hotel, dan tempat umum lainnya. Hal ini diharapkan
dapat meningkatkan transparansi serta memudahkan pemantauan keuangan
masyarakat.
“Kalau
semua transaksi bisa dicatat secara digital, maka potensi pendapatan daerah
juga bisa meningkat karena tercatat dengan baik,†jelasnya.
Sementara
itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal Novianto Utomo mengingatkan,
masyarakat untuk tidak tergiur iming-iming investasi bodong.
“Kegiatan
ini bertujuan agar masyarakat paham produk keuangan dan tahu cara
menggunakannya. Jangan sampai tertipu tawaran seperti ‘taruh uang di tempat
saya, saya kasih bunga 5% sebulan’. Itu gawat,†terangnya.
Ia
menambahkan, jika masyarakat terjebak, maka dampaknya bisa fatal bagi keluarga.
“Bisa-bisa
tidak makan, anak putus sekolah, karena uangnya habis. Maka literasi keuangan
ini penting agar masyarakat tidak jadi korban,†ujar dia. (MC Batang,
Jateng/Edo/Jumadi)