Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa

Sabtu, 31 Mei 2025 Jumadi Dibaca 1.664 kali Seni dan Budaya
Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa
Batang - Suara gamelan mengalun lembut dari halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Batang. Lengkap dengan sinden dan penampilan ketoprak, suasana sekolah seolah berubah menjadi panggung kebudayaan Jawa yang megah. Festival Gelar Budaya III tahun 2025 kembali digelar, menegaskan komitmen SMPN 4 Batang sebagai sekolah budaya yang konsisten menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada siswanya.

Batang - Suara gamelan mengalun lembut dari halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Batang. Lengkap dengan sinden dan penampilan ketoprak, suasana sekolah seolah berubah menjadi panggung kebudayaan Jawa yang megah. Festival Gelar Budaya III tahun 2025 kembali digelar, menegaskan komitmen SMPN 4 Batang sebagai sekolah budaya yang konsisten menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada siswanya.

Festival yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus ujian praktik seni budaya bagi siswa kelas 9. Seluruh siswa diwajibkan terlibat aktif dalam proses kreatif, mulai dari memilih cerita, menyusun naskah, hingga menentukan siapa yang akan menjadi pemain ketoprak, penabuh gamelan, dan sinden.

“Ada tujuh kelas, masing-masing menampilkan pertunjukan selama kurang lebih 40 menit. Setiap kelas punya cerita sendiri yang mereka pilih, dan penampilan mereka benar-benar hasil kerja tim siswa sendiri. Guru seni hanya memfasilitasi,” kata Kepala SMPN 4 Batang Sri Mulyatno saat ditemui di lapangan SMPN 4 Batang, Kabupaten Batang, (31/5/2025).

Dalam pentas tersebut, sekitar 14 siswa memainkan gamelan, sementara empat hingga lima siswa menjadi sinden, dan sisanya berperan dalam lakon ketoprak. Menariknya, seluruh rangkaian acara menggunakan Bahasa Jawa, termasuk pembawa acaranya (pranatacara), yang berasal dari siswa kelas 7 dan 8. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya.

“Karena ini ujian praktik mata pelajaran seni budaya, maka semua murid harus ikut. Materi pelajaran seni di kelas 9 itu, 90 persen praktik dan 10 persen teori. Lewat kegiatan ini, kami ingin menanamkan warisan budaya luhur dan rasa cinta terhadap budaya sendiri,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kegiatan sekolah, Festival Gelar Budaya ini menjadi wujud kolaborasi antara sekolah, siswa, orang tua, dan komite sekolah. Dukungan penuh dari paguyuban orang tua murid menjadi fondasi utama terselenggaranya acara ini, mengingat keterbatasan anggaran sekolah.

“Ini bagian dari upaya mewujudkan sekolah ramah anak. Di dalamnya, siswa, orang tua, dan sekolah terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan,” imbuhnya.

Dukungan pun datang dari Wakil Bupati Batang Suyono, yang hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi atas upaya SMPN 4 Batang mempertahankan budaya bangsa di tengah arus modernisasi.

“Saya sangat apresiasi, karena ini langkah nyata menjaga seni budaya yang mulai ditinggalkan. SMPN 4 Batang layak menjadi contoh. Kegiatan seperti ini harus didukung oleh Disdikbud dan Pemkab Batang agar tetap lestari,” terangnya.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus budaya luar yang mudah diakses melalui gawai, yang secara perlahan menggeser minat anak-anak terhadap budaya lokal.

“Kalau tidak ada yang nguri-uri, budaya kita bisa hilang. Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal budaya asing dari layar gawai. Saya harap SMPN 4 Batang tidak bosan mempertahankan budaya ini,” tegasnya.

Pemkab Batang melalui Disdikbud dan Dewan Kesenian Daerah pun berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap program-program pelestarian budaya seperti yang dilakukan SMPN 4 Batang.

“Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan pada budaya, SMPN 4 Batang tak hanya menjadi sekolah budaya, tetapi juga pelopor dalam menjaga denyut tradisi di tengah kemajuan zaman,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 100
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184