Batang - Berawal dari ketertarikannya pada potensi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Batang yang menjuarai lomba kriya tingkat Nasional. Kepala SDN Kasepuhan 7, Hartono menginisiasi agar anak didiknya mendapatkan pembinaan seni kriya dari WBP, sebelum mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).
Batang - Berawal dari ketertarikannya pada potensi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Batang yang menjuarai lomba kriya tingkat Nasional. Kepala SDN Kasepuhan 7, Hartono menginisiasi agar anak didiknya mendapatkan pembinaan seni kriya dari WBP, sebelum mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).
Hartono
mengucapkan terima kasih karena dengan tangan terbuka, Kepala Lapas Batang
memberikan kesempatan kepada kedua anak didiknya belajar langsung dari ahlinya.
“Ini
upaya kami untuk menyiapkan anak didik sebelum berlomba, dengan belajar
langsung di dalam Lapas bersama WBP berkompeten,†katanya, saat mendampingi, di
ruang pelatihan Lapas Kelas IIB Batang, Kabupaten Batang, Senin (19/5/2/2025).
Dipilihnya
pembuatan miniatur kapal Pinisi karena sesuai petunjuk teknis, agar
memanfaatkan botol air mineral bekas, yang dapat dikolaborasikan menjadi
barang berguna.
“Alhamdulillah
anak didik kami tidak merasa cemas, mereka nyaman dilatih para WBP, selama 6
kali pertemuan, berdurasi 2 jam, mulai pukul 9 pagi,†jelasnya.
Mereka
adalah Kaisa Salma Syakirah dan Aufa Salsabila, siswi kelas 4 SDN Kasepuhan 7
yang berusaha keras mempelajari seni kriya miniatur kapal Pinisi.
Kaisa
dan Aufa mengaku tidak mengalami kesulitan selama beberapa hari dibekali trik
merakit miniatur kapal Pinisi oleh dua WBP.
“Sedikit
sulit sih, waktu merakitnya, tapi karena sudah diajari caranya jadi lebih
paham. Capek, tapi nggak apa-apa demi biar juara 1, latihannya di Lapas sama
ditemani Pak guru sama Bapak Kepala Sekolah,†tuturnya.
Selama
ini seni kriya pembuatan miniatur kapal Pinisi, merupakan salah satu media
pembinaan kemandirian bagi WBP. Menanggapi pelatihan yang diberikan langsung
dari dua napi kompeten, Kepala Lapas Batang Nurhamdan mengapresiasi atas
kepercayaan yang diberikan pihak SDN Kasepuhan 7, untuk membagikan
kreativitasnya.
“Kedatangan
kedua pelajar SD tersebut untuk belajar seni kriya, merupakan wujud sinergi
Lapas dengan lembaga pendidikan. Ini bukti Lapas bukan hanya sebagai tempat
pemidanaan, tapi dipercaya sebagai media edukasi seni kriya bagi pelajar SDN
Kasepuhan 7,†ujar dia.
Kepercayaan dari para pendidik SDN Kasepuhan 7, merupakan kebanggan bagi warga Lapas Batang karena dapat menularkan ilmu yang bermanfaat. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)