Batang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang kembali menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi positif kepada masyarakat. Melalui pelatihan seni kriya pembuatan miniatur kapal oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kepada siswa SDN Kasepuhan 7 Batang.
Batang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang kembali menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi positif kepada masyarakat. Melalui pelatihan seni kriya pembuatan miniatur kapal oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kepada siswa SDN Kasepuhan 7 Batang.
Kedatangan
siswa disambut dengan hangat oleh Kepala Lapas Batang Nurhamdan, bersama
Kasubsi Giatja Rizal Eka Prasetya Maduraga serta staf Giatja, Lintang.
Pelatihan dipandu oleh dua orang WBP Lapas Batang yang telah mendapatkan
pembinaan keterampilan di Lapas Batang.
Kasubsi
Giatja Rizal Eka Prasetya Maduraga menerangkan, kegiatan diawali dengan
pengenalan bahan-bahan dasar pembuatan miniatur kapal.
“WBP
mulai membimbing siswa dalam proses pembuatan miniatur kapal secara langsung,
mulai dari tahap awal pembuatan,†katanya saat ditemui di Lapas Kelas IIB
Batang, Kabupaten Batang, Jumat (16/5/2025).
Dengan
penuh kesungguhan, para WBP membagikan keterampilan yang telah mereka miliki
selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas. Suasana pelatihan berlangsung
interaktif dan edukatif, mencerminkan semangat positif yang menjadi bagian dari
tujuan pemasyarakatan.
Kalapas
Batang Nurhamdan, mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan kolaborasi ini
sebagai bentuk nyata kebermanfaatan dari pembinaan keterampilan yang telah
diberikan kepada WBP.
“Ini
adalah langkah nyata mewujudkan pemasyarakatan yang bermanfaat, tidak hanya
bagi narapidana, tetapi juga bagi masyarakat luas,†jelasnya.
Melalui
kegiatan ini, Lapas Batang berharap dapat terus menjadi jembatan bagi WBP dalam
menyalurkan keterampilan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan
ini direncanakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, sebagai bagian
dari persiapan siswa dalam mengikuti ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa
Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Batang.
Sementara
itu, Kepala SDN Kasepuhan 7 Batang Hartono mengakui, ide tersebut muncul saat
mengetahui Lapas Batang menjuarai lomba kriya di Jakarta dari salah satu media
massa.
“Akhirnya
saya mohon pendampingan pelatihan seni kriya untuk Kaisa Salma Syakirah dan
Aufa Salsabila,†ujar dia.
Hartono
mengapresiasi pendampingan yang diberikan kepada anak didiknya, sehingga
nantinya dapat meraih juara di ajang FLS2N Tingkat Kecamatan Batang. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)