Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang menggelar Panen Raya Padi di area Lahan Pengganti, Desa Sembojo, Kabupaten Batang, Selasa (6/5/2025).
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang menggelar Panen Raya Padi di area Lahan Pengganti, Desa Sembojo, Kabupaten Batang, Selasa (6/5/2025).
Direktur
Operasional BPI Naofumi Yasuda menyampaikan, Program Lahan Pengganti ini
merupakan contoh nyata komitmen kami untuk mendukung pertanian dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui Program CSR Bhimasena Lentera Ekonomi.
“Saya
mengapresiasi kerja keras para petani penggarap yang telah menghasilkan panen
melimpah. Hasil panen ini dapat memberikan pendapatan tambahan bagi petani dan
mendukung ketahanan pangan lokal,†katanya.
Lahan
Pengganti merupakan program mitigasi sosial yang disiapkan oleh BPI bagi para
petani penggarap yang lahannya terdampak pembangunan PLTU Batang.
Ia
menyebutkan, Program lahan pengganti memiliki luas kurang lebih 32 hektar dan
telah dicanangkan sejak tahun 2016. Selama lebih dari 9 tahun, lahan pengganti
BPI telah mendukung penghidupan para petani penggarap dan memastikan bahwa
mereka tetap menjalankan kegiatan pertanian yang telah digeluti selama ini.
“Dengan
adanya kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi semua
pihak,†jelasnya.
Kepala
Dispaperta Batang melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Rini Diana Anggriani
mengatakan, bahwa kontribusi BPI sangat luar biasa pihak swasta yang
bersama-sama dengan pemerintah untuk mendampingi petani penggarap dari proses
penanaman hingga panen dan membeli hasilnya untuk diberikan kepada masyarakat
pra-sejahtera.
“Program
ini wujud dari kami dengan mendukung langsung ketahanan pangan secara nasional
yang menjadi Program Presiden Prabowo Subiyanto,†terangnya.
Kebijakan
Presiden Prabowo terkait panen gabah yang harus diserap Bulog senilai minimal
Rp6.500,00/Kg.
“Saya
harap dengan keberadaan BPI di Kabupaten Batang bisa senatiasa sinergi dalam
mewujudkan swasembada pangan dan program-program yang dilaksanakan oleh BPI ini
dapat dicontoh oleh perusahaan-perusahaan lainnya di Kabupaten Batang,â€
ungkapnya.
Sementara
itu, General Manager Stakeholder Relation BPI Aryamir H. Sulasmoro menambahkan,
bahwa kegiatan Panen Raya yang merupakan bagian dari Program Bhimasena Lentera
Ekonomi ini akan memanen padi seluas satu hektar dengan proyeksi akan
menghasilkan kurang lebih 4,5 ton gabah.
“Hasil
panen akan dibeli oleh perusahaan untuk mensejahterakan petani dan dibagikan
kepada masyarakat pra-sejahtera untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui
program pencegahan stunting dan penanggulangan kemiskinan ekstrem,†terangnya.
Hal
ini menjadi komitmen dalam memfasilitasi hulu programnya dengan menyediakan
lahan, memberikan fasilitas pertanian, dan pendampingan intensif dan untuk
meningkatkan pendapatan petani dan mendukung ketahanan pangan, kami berinovasi
dengan menyiapkan hilir pemasaran dan penyerapan hasil pertaniannya.
“Selain
itu, di lahan pengganti seluas 32 hektar terdapat beberapa tanaman lainnya
seperti jagung, kacang, dan singkong,†tandasnya.
Perwakilan
Kelompok Tani Lahan Pengganti Sartono menyampaikan, bahwa BPI melalui program
Bhimasena Lentera Ekonomi telah mendampingi dan memfasilitasi petani penggarap
sejak tahun 2016 dan di tahun ini BPI membeli langsung hasil panen yang
memberikan manfaat langsung kepada para petani di area lahan pengganti.
“terima
kasih kepada BPI yang telah membantu para petani penggarap sejak 2016,
harapannya hasil panen ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat di
Kabupaten Batang,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)