Batang - Program pendidikan di barak militer yang telah diterapkan di beberapa daerah mendapat perhatian dari kalangan pemangku kebijakan pendidikan menengah di Jawa Tengah.
Batang - Program pendidikan di barak militer yang telah diterapkan di beberapa daerah mendapat perhatian dari kalangan pemangku kebijakan pendidikan menengah di Jawa Tengah.
Pengawas
SMA Cabang Dinas 13, Siti Ismuzaroh memandang perlu kajian mendalam apabila
program tersebut akan diterapkan. Di sisi lain, Ismuzaroh mengakui, ada
beberapa sudut pandang terkait pola pendidikan militer, meskipun bertujuan
untuk mendidik anak bermasalah.
“Jika
benar-benar diterapkan, ada positif dan negatifnya buat mental anak,†katanya,
saat ditemui di SMA Negeri 2 Batang, Kabupaten Batang, Senin (5/5/2025).
Dari
sisi positif, anak bermasalah ini akan terkontrol perilakunya. Namun jika dalam
proses pendidikannya menerapkan pola kemiliteran, justru akan berdampak buruk
karena ada keterpaksaan, bisa jadi memunculkan sikap pendendam pada anak.
“Misalnya
dalam mendidik ada kata-kata kasar dan sejenisnya, justru kurang mendukung
untuk perkembangan mental anak. Maka dari itu, sampai saat ini Pemprov Jateng
belum mengeluarkan edaran terkait program pendidikan bagi siswa bermasalah di
barak militer,†jelasnya.
Hal
itu dikarenakan perlu persiapan matang, apabila akan diterapkan, terutama
sarana prasarana penunjangnya.
Tanggapan
beragam ditunjukkan oleh para pelajar SMA, karena ada berdampak bagi
kejiwaannya. Salah satunya Arfin pelajar SMA Negeri 2 Batang, yang justru
mendukung program tersebut karena membantu menanamkan kedisiplinan.
“Setuju
saja sih, karena bisa membantu mencegah timbulnya kembali sikap nakal mereka.
Kalau diterapkan di Batang tepat sekali karena bisa membuat yang tadinya nakal,
jadi Berperilaku baik,†tuturnya.
Berbeda
dengan Rakha pelajar SMA Negeri 1 Batang yang memandang pendidikan ala militer
kurang tepat jika diterapkan walaupun untuk mendidik anak bermasalah.
“Kurang
tepat karena anak bermasalah tidak hanya dididik secara militer saja, tapi juga
butuh pendidikan karakter yang hanya diperoleh di sekolah,†ujar dia. (MC
Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)