Batang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang terus menunjukkan sinergi positif bersama pemangku kebijakan dalam memberikan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Beberapa pembinaan yang diberikan selama ini sejalan dengan program pemerintah yakni ketahanan pangan, dengan memanfaatkan lahan di sarana asimilasi dan edukasi.
Batang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang terus menunjukkan sinergi positif bersama pemangku kebijakan dalam memberikan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Beberapa pembinaan yang diberikan selama ini sejalan dengan program pemerintah yakni ketahanan pangan, dengan memanfaatkan lahan di sarana asimilasi dan edukasi.
Kepala
Lapas Kelas IIB Batang Nurhamdan menerangkan, untuk mengoptimalkan pembinaan,
Lapas memanfaatkan lahan seluas 7 ribu meter², untuk penanaman beberapa jenis
sayuran.
“Sekarang
ini lahan tersebut masih kami manfaatkan untuk menanam kangkung dan sawi, untuk
konsumsi WBP serta memenuhi kebutuhan pasar tradisional,†katanya, usai
mengikuti peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-61 secara virtual, di Lapas
Kelas IIB Batang, Kabupaten Batang, Senin (28/4/2025).
Nurhamdan
memastikan, hasil panen tidak hanya dinikmati WBP saja, tetapi meluas hingga
dapat dikonsumsi masyarakat umum. Selain kami jual ke pasar, juga dijual ke
keluarga WBP saat berkunjung.
“Tak
hanya itu, Lapas Batang juga membangun sinergi positif dengan DMA Collection
dalam bidang garmen. Kami mendapat kepercayaan untuk memenuhi target dalam
memproduksi baju koko hingga 500 potong, untuk dijual langsung oleh DMA
Collection ke konsumen,†jelasnya.
Secara
kemanfaatan tentu memberikan nilai tambah bagi WBP, yakni kompetensi di bidang
konveksi serta ekonomi bagi diri mereka.
Nurhamdan
menyebutkan, sementara ini baru 20 WBP yang berkompeten di bidang tersebut,
bukan tidak mungkin ke depan akan ditambah kembali tenaga penjahit dari Lapas.
Sementara
itu, Asisten Administrasi Umum Setda Batang Sugeng Sudiharto mengapresiasi
karena mendukung program ketahanan pangan. Yakni upaya dalam mewujudkan Jawa
Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Sehingga
sangat tepat jika lahan tersebut dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan
WBP yang 70 persen adalah warga Kabupaten Batang. Sangat tepat jika bisa
bersinergi dengan Dispaperta dalam pendampingan mewujudkan ketahanan
pangan," sanjungannya.
Demikian
pula dengan pembinaan terhadap WBP di bidang garmen, Pemda melalui Disnaker
secara intens memberikan pelatihan menjahit bagi mereka yang berbakat.
“Lapas
Batang juga bersinergi dengan Disnaker dalam pelatihan pengelasan dan lainnya
yang mendukung peningkatan kompetensi WBP di bidang kewirausahaan,†ujar dia.
(MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)