Batang Jadi Pilot Project Program “Quick Wins”, Tamasya Jadi Harapan Baru Cegah Stunting di Kawa

Sabtu, 26 April 2025 Jumadi Dibaca 3.156 kali Acara Mentri
Batang Jadi Pilot Project Program “Quick Wins”, Tamasya Jadi Harapan Baru Cegah Stunting di Kawa
Batang Di tengah geliat pembangunan dan geliat kawasan industri yang makin tumbuh, Kabupaten Batang kini bersiap menjadi wajah baru pembangunan manusia Indonesia. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Budi Setiyono turun langsung ke Batang untuk memastikan kesiapan pelaksanaan lima program unggulan bertajuk "Quick Wins".

Batang Di tengah geliat pembangunan dan geliat kawasan industri yang makin tumbuh, Kabupaten Batang kini bersiap menjadi wajah baru pembangunan manusia Indonesia. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Budi Setiyono turun langsung ke Batang untuk memastikan kesiapan pelaksanaan lima program unggulan bertajuk "Quick Wins".

Program yang digagas Kemendukbangga ini mencakup lima aksi nyata: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps ‘Layanan Keluarga Indonesia’. Semuanya dirancang sebagai langkah cepat dan terukur menyongsong bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini bagian dari rangkaian kunjungan kami untuk mengecek kesiapan pelaksanaan lima Quick Wins yang kami desain. Intinya, ini kontribusi dari kementerian kami untuk mengantisipasi bonus demografi,” katanya saat meninjau salah satu lokasi program di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jumat (25/4/2025).

Salah satu program yang menjadi perhatian serius adalah Tamasya. Program ini ditujukan untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak usia dini, terutama dari keluarga yang orang tuanya bekerja di kawasan industri. Di Batang, hal ini menjadi krusial mengingat keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

“Kalau di satu pabrik dibutuhkan 10 ribu tenaga kerja, tapi yang sesuai hanya lima ribu, maka fungsi pabrik itu tidak maksimal. Ini bukan hanya soal lapangan kerja, tapi juga kesiapan keluarga. Kalau pekerja perempuan punya anak dan tidak ada tempat penitipan, mereka bisa berhenti kerja. Maka kita butuh Tamasya di kawasan industri ini,” jelasnya.

Budi juga menegaskan, keberadaan Tamasya tidak sekadar tempat menitipkan anak. Ada standar khusus yang ditetapkan kementerian, mulai dari pengasuh bersertifikat, pemenuhan gizi, sanitasi, hingga pendampingan psikologis dan medis, bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan puskesmas.

“Kalau anaknya stunting, pengasuh harus tahu cara menangani dan berkoordinasi dengan puskesmas. Gizi pun harus diperhatikan, makannya harus sesuai standar, termasuk sanitasi ruang dan rasio anak dengan luas ruangan,” tegasnya.

Menurutnya, bonus demografi tidak bisa dipetik begitu saja tanpa strategi. Jumlah penduduk usia produktif yang lebih banyak tidak otomatis menjadi keuntungan jika tidak dikelola secara terpadu.

“Kalau mereka tidak bekerja, tidak produktif, maka bukan jadi bonus, tapi malah disrupsi demografi mereka bisa jadi pelaku kriminal, preman, atau beban negara. Kita harus pastikan mereka mendapatkan pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan yang layak sejak lahir hingga lansia,” terangnya.

Ia juga menambahkan, sejak bayi lahir, negara harus sudah siap dari pelayanan seribu hari pertama kehidupan, pendidikan berkualitas, hingga penyediaan lapangan kerja yang sesuai kompetensi.

“Tidak boleh ada warga negara yang dibiarkan hidup di bawah standar. Semua harus mendapat kesempatan mengembangkan diri secara optimal,” ungkapnya.

Pemilihan Kabupaten Batang sebagai pilot project bukan tanpa alasan. Selain karena KITB yang strategis, Batang juga dianggap memiliki kesiapan infrastruktur dan kemauan kuat dari pemerintah daerah.

“Dari sini kita berharap, muncul satu model pembangunan manusia berbasis keluarga dan kependudukan yang bisa direplikasi ke seluruh Indonesia, hingga ke tingkat desa. Kami ingin ke depan, setiap desa punya tempat penitipan anak, pelayanan lansia, remaja, sampai terbentuk kampung KB yang betul-betul berkualitas,” pungkasnya.

Kami ingin memastikan setiap manusia Indonesia tidak hanya menjadi objek pembangunan, tapi juga subjek yang bisa menentukan arah hidupnya dengan kualitas terbaik. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 99
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 411
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 50
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 137
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 127
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 183