Menteri BKKBN Wihaji Serahkan Sertifikat Elsimil di Batang

Kamis, 17 April 2025 Jumadi Dibaca 774 kali Acara Mentri
Menteri BKKBN Wihaji Serahkan Sertifikat Elsimil di Batang
Batang - Suasana bahagia menyelimuti pasangan pengantin Arina Mansikana dan H. Muhammad Akmal Muntaafi warga Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Namun kebahagiaan mereka hari itu tak hanya karena status baru sebagai suami istri.

Batang - Suasana bahagia menyelimuti pasangan pengantin Arina Mansikana dan H. Muhammad Akmal Muntaafi warga Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Namun kebahagiaan mereka hari itu tak hanya karena status baru sebagai suami istri.

Mereka menerima sesuatu yang tak kalah penting yakni sertifikat Elsimil sebuah tanda kesiapan lahir dan batin untuk membangun keluarga sehat.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji yang hadir langsung untuk menyerahkan sertifikat tersebut, menegaskan pentingnya kesiapan sebelum membina rumah tangga, terutama dalam rangka mencegah stunting.

“Yang penting bukan soal menikah atau tidak, tetapi siap menikahnya. Kapan pun boleh menikah, tapi kesiapan menikah itu yang utama. Kalau perempuan disarankan di usia 21 tahun, laki-laki di usia 25 tahun. Itu menurut teori kedokteran, di usia itu lebih matang dan potensi stunting pun lebih kecil,” katanya usai menyerahkan sertifikat Elsimil di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Rabu (16/4/2025).

Program Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) merupakan salah satu terobosan yang digagas BKKBN bersama Kementerian Agama melalui Bina Masyarakat Islam. Tujuannya sederhana namun berdampak besar, memastikan setiap pasangan muda benar-benar siap secara fisik, mental, dan sosial untuk menjadi orang tua.

“Kenapa ini kita kerjakan, karena salah satu penyebab stunting, selain gizi, adalah pernikahan dini. Elsimil ini hadir untuk memberikan edukasi, supaya pasangan yang sudah menikah bisa memahami bahwa menjadi pasangan usia subur itu artinya siap untuk hamil dengan kondisi yang sehat,” jelasnya.

Melalui Elsimil, calon pengantin akan mendapatkan edukasi kesehatan, informasi gizi, hingga panduan perencanaan keluarga. Setelah proses itu dijalani, barulah mereka mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa mereka siap menjalani peran sebagai orang tua.

“Intinya bukan cuma soal menikah, tapi bagaimana memastikan yang menikah sudah siap secara komprehensif. Dan ini bagian dari strategi menurunkan angka stunting,” tegasnya.

Selain Elsimil, Wihaji juga menggencarkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), program kolaboratif yang menghubungkan masyarakat mampu dengan anak-anak dari keluarga berisiko stunting.

“GENTING ini targetnya satu juta anak asuh. Dalam empat bulan, kita sudah punya 132 ribu anak asuh dari 15 ribu orang tua asuh. Semuanya didanai oleh CSR perusahaan dan ini akan terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Wihaji menyebutkan, program ini menyasar daerah-daerah dengan angka stunting tinggi seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua. Namun secara kuantitas, Jawa Barat menjadi fokus karena jumlah penduduknya yang besar.

“Saya sudah bertemu dengan Gubernur dan Bupati se-NTT, juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang. Tujuannya agar kita bisa kerja bareng, kroyaan, untuk percepatan penurunan stunting,” ujar dia.

Apa yang dilakukan pasangan Arina dan Akmal hari itu mungkin terlihat sederhana menerima sertifikat Elsimil. Namun di baliknya, tersembunyi semangat besar untuk menjadi bagian dari perubahan. Sebab, seperti kata Menteri Wihaji, keluarga yang sehat dimulai dari keputusan yang direncanakan.

“Kalau sudah menjadi pasangan usia subur, maka segala sesuatunya harus direncanakan. Kehamilannya direncanakan, kelahirannya direncanakan, dan jika ingin anak kedua, pun harus direncanakan. Konsep kita adalah keluarga berencana. Insyaallah, hidup pun akan sejahtera,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 99
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 411
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 50
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 137
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 127
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 183