Mbah Tumari, Si Pelestari Kembang Sesaji

Sabtu, 01 Juni 2024 Jumadi Dibaca 2.325 kali Seni dan Budaya
Mbah Tumari, Si Pelestari Kembang Sesaji
Batang - Semerbak harum bunga tujuh rupa, beserta juwadah pasar melingkupi area salah satu los di Pasar Batang. Dengan penuh ketelatenan tangan renta Mbah Tumari itu mulai sejumput demi sejumput menata kembang setaman lengkap dengan juwadah pasar sebagai ubo rampe dalam sebuah upacara adat Jawa, sesuai pesanan pembeli.

Batang - Semerbak harum bunga tujuh rupa, beserta juwadah pasar melingkupi area salah satu los di Pasar Batang. Dengan penuh ketelatenan tangan renta Mbah Tumari itu mulai sejumput demi sejumput menata kembang setaman lengkap dengan juwadah pasar sebagai ubo rampe dalam sebuah upacara adat Jawa, sesuai pesanan pembeli.

Ya puluhan tahun sudah Mbah Tumari bergelut dengan kesibukannya itu. Bukan hanya demi sesuap nasi, namun alasan terbesarnya menekuni profesi itu, karena ingin melestarikan tradisi leluhur sebagai pedagang kembang sesaji.

Tak hanya kembang tujuh rupa yang sering dipesan, namun juwadah pasar seperti kembang telon, kinang, kupat (ketupat), lepet, tak lupa ragam pisang seperti klutuk, raja, emas dan ampyang, adalah ubo rampe yang tidak boleh terlupakan sebagai syarat utama, apabila seseorang akan menggelar sebuah hajatan besar.

“Paling murah Rp10 ribu sampai Rp20 ribu, isinya pisang raja, klutuk, emas, ampyang, kinang, kupat sama rokok layar. Pernah juga melayani juwadah pasar termahal sampai Rp200 ribu, semua ubo rampenya lengkap dan ukuran besar, untuk hajatan pengantin,” katanya, saat ditemui sambil menata ubo rampe ke atas daun pisang sesuai takaran di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Jumat (31/5/2024).

Pekerjaan sebagai pedagang juwadah pasar atau kembang sesaji, tak hanya dilakoninya sendiri. Namun ada rekan sebayanya yang juga tetap melestarikan adat budaya, sekaligus memenuhi kebutuhan bagi warga yang menganggap penting juwadah pasar sebagai syarat setiap kali menggelar hajatan besar.

“Ya kalau tidak disyarati (diberi sesaji), wah mesti ada bala' (kesulitan). Makanya biar acaranya lancar harus disyarati,” tuturnya.

Hal itu dibenarkan oleh Kunaenah, salah satu warga yang hampir setiap kali ada hajatan besar tak meninggalkan juwadah pasar beserta kembang tujuh rupa, sebagai ubo rampe wajib.

Ia mengaku telah dua kali membeli perlengkapan ubo rampe di los milik Mbah Tumari itu.

“Ya ini sudah dua kali beli di sini, tahun kemarin buat hajatan sunatan anak, sekarang untuk pernikahan anak. Ini bisa habis sampai Rp200 ribu untuk beli ubo rampe lengkap, yang mau ditaruh di tempat tertentu seperti kamar, waktu menggelar selamatan,” terangnya.

Ia meyakini jika syarat-syarat tidak terpenuhi, akan ada bala' yang muncul. Tradisi itu akan terus disampaikan ke anak cucunya, agar selain tradisi leluhur tetap lestari, tujuan utamanya adalah supaya acara yang digelar tetap terlaksana dengan lancar sampai usai.

“Itulah serba serbi adat Jawa yang masih tetap dilestarikan di tengah modernisasi. Para pelestari itu, tetap meyakini bahwa salah satu upaya agar hajatan yang mereka gelar dapat berjalan lancar, tanpa halangan apapun,” ungkapnya.

Bagaimana pun juga, modernisasi dan tradisi akan tetap berjalan pada relnya masing-masing. Tanpa saling mengganggu. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 101
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184