Persaingan Sengit Buku dan Gawai

Jumat, 17 Mei 2024 Jumadi Dibaca 1.335 kali Pelayanan Publik
Persaingan Sengit Buku dan Gawai
Batang - Buku adalah benda yang tak bisa terlepaskan dari keseharian kita, karena hampir seluruh ilmu pengetahuan ada di dalamnya. Namun sejak hadirnya gadget, seakan menggeser keberadaannya yang menjadi pusat pengetahuan, seakan mencitrakan adanya persaingan yang sangat sengit antara keduanya, demi menggaet perhatian pembacanya.

Batang - Buku adalah benda yang tak bisa terlepaskan dari keseharian kita, karena hampir seluruh ilmu pengetahuan ada di dalamnya. Namun sejak hadirnya gadget, seakan menggeser keberadaannya yang menjadi pusat pengetahuan, seakan mencitrakan adanya persaingan yang sangat sengit antara keduanya, demi menggaet perhatian pembacanya.

Para pendidik pun ikut merasa gerah melihat tingkah polah anak didiknya yang lebih genit dengan benda bernama gadget itu. Hampir dipastikan, setiap harinya 4 sampai 5 jam mata mereka terpaku di depan layar gadget.

Salah satu remaja, Siswi MTs. NU Batang Nyimas Wulansari mengatakan, kegemarannya membaca memang tak bisa dibendung. Namun jika melihat intensitasnya, ia mengakui, lebih tertarik pada gadget daripada buku.

Remaja pecinta novel ini, mengaku, mampu menghabiskan 1 judul novel bertema percintaan dalam waktu sebulan.

“Kalau baca buku novel di rumah, bisa 3 sampai 4 jam. Tapi kalau pakai gawai baca novelnya bisa sampai 6 jam karena lebih asyik dan tampilannya lebih menarik,” katanya, saat ditemui di Mobil Perpustakaan Keliling (Perpusling) halaman MTs. NU Batang, Kabupaten Batang, Jumat (17/5/2024).

Lain halnya dengan Nabila, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, yang memandang persaingan sengit itu rasanya tak berlaku baginya. Baginya buku adalah jendela dunia yang begitu memesona, seolah gunungan ilmu pengetahuan yang patut digali sedalam mungkin.

“Buat saya malah lebih hemat pakai buku konvensional karena ga ngeluarin biaya. Kalau gawai harus beli kuota dan sebagainya, jadi saya pilih buku fisik,” jelasnya.

Kendati terkesan ada persaingan yang begitu keras, namun para pustakawan yang setiap harinya berkutat di dunia literasi, nyatanya tak mempermasalahkannya. Mereka mengakui, ada persaingan untuk memperebutkan perhatian dari penikmatnya masing-masing.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Muda Disperpuska Batang Sutiawati menyampaikan, teknologi digital makin marak menjangkiti usia anak hingga dewasa. Namun, Perpustakaan tetap memegang tali kekang, agar tetap bisa mengambil peran penting untuk mencerdaskan kehidupan generasi muda.

“Kami menyiasatinya dengan memfasilitasi dengan E-Perpus Batang yang bisa diunduh lewat Playstore,” terangnya.

Walau tuntutan modernisasi di dunia literasi terus menghimpit, namun para pemustaka tetap menunjukkan kegilaan pada buku konvensional.

“Kami tidak khawatir buktinya selama dua tahun belakangan ini koleksi buku kami terus bertambah. Mulai dari cerita fiksi untuk memenuhi dahaga imajinasi anak-anak usia pelajar hingga kaum ibu yang tetap menjajaki dunia kuliner lewat buku-buku resep masakan konvensional,” ujar dia.

Perpustakaan Daerah Batang ini terus bebenah, dengan meningkatkan pelayanan kepada pemustaka. Hingga mampu menyedot 300 pengunjung setiap bulannya. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 102
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 129
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184