Batang - Suara deru motor yang seringkali memekakkan telinga membuat orang-orang melabelinya dengan stigma negatif. Terlebih melihat tampilan pemotornya yang berpakaian serba hitam, membuat kesan angker dan berandal begitu kental, namun perlahan kesan itu ingin ditepisnya dengan aksi sosial nyata.
Batang
- Suara deru motor yang seringkali memekakkan telinga membuat orang-orang
melabelinya dengan stigma negatif. Terlebih melihat tampilan pemotornya yang
berpakaian serba hitam, membuat kesan angker dan berandal begitu kental, namun
perlahan kesan itu ingin ditepisnya dengan aksi sosial nyata.
Kesan arogan dan
ugal-ugalan ketika mengaspal di jalanan, membuat citra negatif itu, terlanjur
melekat. Suara bising dan asap motor yang begitu pekat, membuat orang di
sepanjang tepian jalan, terkadang menghujani mereka dengan sumpah serapah, tiap
kali komunitas itu melintas.
Para pecinta motor
RX-King yang tergabung dalam Komunitas King-Kingan Batang (KKBC) sadar, dengan
beragam respons yang mereka dengar. Namun hujutan dan cacian itu, tak serta
merta membuat mereka surut begitu saja.
Justru menjadikan ke-50 anggota
KKBC itu, makin bersemangat untuk menunjukkan kepada khalayak. Bahwa meski
mengendarai motor dengan suara yang sedikit bising, mereka ingin menunjukkan
kepedulian sosialnya kepada warga yang melintas di sepanjang jalan protokol
Kota Batang dengan membagikan ribuan takjil gratis.
Para pemotor, pesepeda
bahkan pejalan kaki yang melintas di Jalan Diponegoro itu terlihat tersenyum
lebar saat menerima pemberian takjil dari puluhan anggota King-Kingan Batang.
Ketua KKBC Kraton
Pamungkas mengatakan, seluruh anggotanya terjun langsung di tengah masyarakat
untuk membagikan takjil gratis.
“Kita Komunitas
King-Kingan Batang membagikan 1.000 takjil. Milih mbagi di sini, ya karena di
sini sering jadi tempat nongkrong dan ramai,†katanya usai membagikan takjil di
Jl Diponegoro Batang, Kabupaten Batang, Minggu (31/3/2024).
Ajang berbagi untuk
menjaring pahala di bulan penuh berkah ini, bukan kali pertama bagi Komunitas
King-Kingan Batang. Di Ramadan sebelumnya, puluhan pecinta RX-King ini, bahkan
sempat menggelar even sejenis di depan GOR Abirawa, meski kala itu dengan
jumlah takjil yang tak sebanyak tahun ini.
“Rupiah demi rupiah kami
sisihkan untuk memberikan bukti, bahwa KKBC juga peduli kepada umat muslim yang
sedang menjalankan ibadah puasa,†jelasnya.
Dukungan penuh
ditunjukkan Pembina KKBC Danang Aji Saputra yang telah mendampingi puluhan
anggotanya mengekspresikan hobinya di jalanan Pantura.
Meski baru beberapa tahun
didirikan, namun kiprahnya secara sosial tak bisa dipandang sebelah mata.
“Tidak cuma bagi-bagi
takjil, tapi pernah menyantuni anak-anak yatim piatu, berkurban saat Iduladha
juga pernah,†terangnya.
Cita-cita terbesar KKBC hanya satu. Mereka ingin
kesan motor RX-King, yang selama ini adalah motor begal, mencoba untuk diubahnya
menjadi kesan yang lebih baik, yakni memiliki kepedulian sosial terhadap
sesamanya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)