Batang - Lantunan solawat berkumandang untuk memeriahkan pawai di malam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) oleh ratusan santri sejumlah pondok pesantren bersama warga Kauman Utara berjalan kaki sambil membawa lampion, obor dan bendera Merah Putih serta Nahdlatul Ulama di sepanjang jalan protokol dan perkampungan.
Batang - Lantunan
solawat berkumandang untuk memeriahkan pawai di malam peringatan Hari Santri
Nasional (HSN) oleh ratusan santri sejumlah pondok pesantren bersama warga
Kauman Utara berjalan kaki sambil membawa lampion, obor dan bendera Merah Putih
serta Nahdlatul Ulama di sepanjang jalan protokol dan perkampungan.
Sebanyak 140 lampion,
belasan obor dan bendera menambah kemeriahan peringatan HSN. Solawat Nariyah
yang dilantunkan hingga 58 ribu kali pun menambah suasana khidmat.
Rois Syuriah NU Kauman
Utara, Muslih menyampaikan, pawai lampion ini membawa pesan, bahwa santri
adalah insan yang istimewa dengan ilmu yang diajarkan dari para kiai maupun
ulama, untuk terus diamalkan.
“Terbukti tiap tahunnya
ada belasan anak yang melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren terus
bertambah. Ini sangat membanggakan dan membahagiakan karena artinya anak-anak
kami makin bersemangat dan tekun dalam menuntut ilmu agama,†katanya, sebelum
memberangkatkan peserta pawai lampion, dari Dukuh Kauman Utara, Kabupaten
Batang, Sabtu (21/10/2023) malam.
Ia mengimbau, agar para
santri terus meningkatkan semangatnya dalam memperluas ilmu agama Islam.
“Semoga santri makin
berilmu dan berakhlak, sehingga kemanfaatan ilmunya bisa dirasakan seluruh
masyarakat,†harapnya.
Pembacaan solawat
Nariyah tidak hanya dilantunkan di tingkat kelurahan, namun sesuai arahan dari
Ketua PBNU agar seluruh warga Jawa Tengah ikut melantunkan solawat Nariyah
sebanyak 1 miliar.
“Tujuannya tidak hanya
untuk memeriahkan Hari Santri Nasional, tapi supaya menimbulkan suasana sejuk
menjelang perhelatan akbar pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang. Semoga
tetap adem ayem , walaupun berbeda pilihan, semua warga kami guyub rukun,†terangnya.
Salah satu peserta
pawai lampion, Ahmad Mustofa Akhyar bersama santri lainnya ikut menenteng
lampion dan lampu sebagai tanda memeriahkan Hari Santri Nasional.
“Saya sama teman-teman ikut pawai lampion,
rasanya senang sekali bisa merayakan Hari Santri Nasional,†ujar dia. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)