Batang - Antusiasme ditunjukkan pelajar SMAN 2 Batang selama mengikuti proses pembelajaran yang dibimbing langsung oleh Mr. Martin Wallace, pengajar dari MacKillop Catholic College Northern Territory, Darwin Australia. Pembelajaran jauh dari kesan menjenuhkan karena dibawakan dengan konsep perbincangan layaknya kawan sebaya.
Batang - Antusiasme ditunjukkan pelajar SMAN 2 Batang selama mengikuti proses pembelajaran yang dibimbing langsung oleh Mr. Martin Wallace, pengajar dari MacKillop Catholic College Northern Territory, Darwin Australia. Pembelajaran jauh dari kesan menjenuhkan karena dibawakan dengan konsep perbincangan layaknya kawan sebaya.
Kegiatan tersebut
merupakan realisasi dari Australia - Indonesia BRIDGE School Partnership
Program yang diinisiasi Asia Education Foundation.
Selama beberapa hari
Mr. Martin Wallace akan berbincang langsung dengan para siswa, baik dalam
bahasa Inggris maupun Perancis. Para siswa pun diberikan kesempatan untuk
mengajukan sejumlah pertanyaan menggunakan bahasa asing.
Salah satu siswa, Yohad
Irfan Maulana pun menanggapi positif dengan program pertukaran guru Australia
dan Indonesia. Pelajaran bahasa Inggris yang selama ini didapat di kelas, tidak
hanya dipraktikkan di kehidupan sehari-hari, tapi dapat diterapkan langsung di
hadapan Mr. Martin Wallace.
“Belajar bahasa asing
utamanya bahasa Inggris sangat penting karena sudah menjadi bahasa
internasional. Ini modal utama apalagi yang ingin meneruskan pendidikan ke luar
negeri,†katanya saat ditemui, usai mengikuti pembelajaran di ruang kelas XI,
SMAN 2 Batang, Kabupaten Batang, Rabu (27/9/2023).
Selama perbincangan
dengan Mr. Martin, anak didik dari Basuki Belanegara, salah satu guru yang
berkesempatan mengikuti program pertukaran guru di Australia beberapa waktu
lalu, sempat menanyakan kegemarannya mengonsumsi kopi.
“Tadi tanya sama Mr.
Martin apakah sudah pernah menikmati kopi khas Batang. Ternyata dia belum pernah
merasakan kopi khas Batang,†tuturnya.
Ia sengaja
mempromosikan kopi khas Batang, agar Mr. Martin Wallace bekenan mencicipi kopi
lokal.
“Saya ingin kopi Batang
itu makin mendunia, biar semua orang mancanegara bisa merasakan nikmatnya kopi
khas Batang,†ungkapnya.
Sementara itu, Kepala
Cabang Dinas XIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Ernest
Ceti Septiyani mendukung program tersebut karena mampu mengangkat citra positif
Batang yang sedang bertumbuh menjadi kota industri.
“Batang sekarang sedang
berkembang menjadi Kawasan Industri Terpadu (KIT), rasanya relevan bermitra
dengan lembaga pendidikan dari Australia itu relevan sekali karena mereka akan
tetap bermitra dengan pelajar di sana, untuk saling bertukar ilmu dan
pengalaman,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)