Kesakralan Nyadran Silurah Tak Boleh Luntur

Minggu, 30 Juli 2023 Jumadi Dibaca 1.999 kali Seni dan Budaya
Kesakralan Nyadran Silurah Tak Boleh Luntur
Batang - Nyadran Gunung Silurah telah menjadi tradisi adat di Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal selama beratus-ratus tahun lamanya. Setiap hari dan bulan tertentu serangkaian ritual digelar oleh warga setempat yang dipimpin oleh seorang tokoh adat.

Batang - Nyadran Gunung Silurah telah menjadi tradisi adat di Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal selama beratus-ratus tahun lamanya. Setiap hari dan bulan tertentu serangkaian ritual digelar oleh warga setempat yang dipimpin oleh seorang tokoh adat.

Ritual menjadi hal yang sangat sakral bagi warga karena di dalamnya mengandung berbagai makna dan filosofi, agar dapat dijadikan teladan sehingga mampu hidup selaras berdampingan dengan alam.

Ketua tim penggali Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Disdikbud Batang Mulyono Yahman menyampaikan, kehadiran pengunjung maupun wisatawan sebenarnya tidak menggangu, hanya saja menjadikan situasi tampak ramai.

“Ini hanya sebuah dampak yang timbul dari keramaian saja. Wisatanya tetap bisa aktif, tapi lokasi ritual tidak bisa dipindah karena sudah berjalan ratusan tahun, jadi kita tidak bisa diubah,” katanya, saat mendampingi tokoh masyarakat Waluyo melihat langsung lokasi Nyadran Gunung Silurah, di Gapuro Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Sabtu (29/7/2023).

Sempat terbesit kekhawatiran dari para pemerhati budaya, tentang berkurangnya kesakralan tradisi Nyadran Gunung Silurah dengan banyaknya publik yang turut menyaksikan runtutan prosesi.

“Tapi tidak perlu takut karena kesakralan itu tidak bisa luntur begitu saja, sepanjang masyarakat mendukung dan setia dengan adat tradisi leluhurnya, serta menentukan area inilah yang harus dijaga kesakralannya,” jelasnya.

Salah satu tokoh masyarakat setempat Waluyo membenarkan, ada sedikit perbedaan suasana dalam perayaan nyadran, antara masa nenek moyang dengan beberapa tahun ini.

“Dulu memang hanya orang-orang tertentu saja yang menyaksikan prosesi Nyadran Gunung Silurah, tapi sejak beberapa tahun lalu suasana sedikit ramai. Tapi itu tidak menggangu kesakralan dan kekhusyu'an dalam prosesi adat,” terangnya.

Hanya saja wisatawan harus memahami bahwa ketika memasuki area Hutan Larangan harus mempu menjaga perilaku.

“Contohnya ketika berada di sini (Hutan Larangan), tidak boleh menebang atau mengambil segala sesuatu yang ada seperti menebang pohon bambu untuk kepentingan pribadi, termasuk perniagaan karena menurut mitos si penebang akan menerima karma atau bala, begitu juga sebaliknya,” ujar dia.

Dulu sempat ada orang dari luar daerah yang ingin memotong Watu Larangan (Batu Larangan), karena dirasa menghalangi jalan.

“Dia sudah kami ingatkan biar tidak melakukannya, tapi bersikeras akhirnya belum selesai memotong badan sudah panas dingin, sakit dan dua minggu kemudian meninggal dunia,” ungkapnya.

Tiap malam Jumat Kliwon di bulan Jumadil Awal seluruh warga menggelar tasyakuran sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT dengan melakukan ritual ider desa atau keliling desa dan memotong kambing kendit, lalu kepala dan kaki ditanam di tempat tertentu.

“Termasuk prosesi meletakkan sejumlah sesaji beserta uborampenya di beberapa tempat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 101
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184