Semarang - Puncak malam Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 tingkat Jawa Tengah (Jateng) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah turut mengundang Diskominfo seluruh Kabupaten dan Kota, termasuk Diskominfo Kabupaten Batang hadir yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja Komplek Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Jumat (3/3/2023) malam.
Semarang - Puncak malam Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 tingkat Jawa Tengah (Jateng) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah turut mengundang Diskominfo seluruh Kabupaten dan Kota, termasuk Diskominfo Kabupaten Batang hadir yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja Komplek Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Jumat (3/3/2023) malam.
Kegiatan ini dihadiri
langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Jajran PWI Pusat, dan sebanyak 55 wartawan
anggota PWI Jateng dari 28 Kabupaten dan Kota.
Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo mengatakan, malam puncak peringatan HPN tahun 2023 ditutup
sangat luar biasa dengan adanya lomba jurnalistik menulis kampung wisata di
Semarang dan beberapa agenda yang sudah PWI Jateng lakukan.
“Adanya acara malam ini
insan media resmi yang tergabung pada suatu wadah organisasi yakni PWI harus
mulai evaluasi, karena perkembangan digitalisasi kadang informasi utama muncul
dari media social,†jelasnya.
Seperti kasusnya David
di Jakarta yang pertama kali menyebarkan informasi adalah media sosial barulah
media resmi berani mengungkap. Memang media sosial sangatlah bebas segala
informasi, bahkan ada sedikit menjurus ke negatif.
Maka, lanjut dia, suka
tidak suka media resmi harus berkolaborasi dengan media sosial dengan
menanggapinya secara positif. Bisa jadi media resmi dapat belajar cara
penggunaan media sosial dengan mengundang influencer untuk mempelajari
bagaimana bisa menginformasikan secara menarik ke masyarakat.
“Kelemahan media sosial
memang banyak, kita tidak dapat menyaring siapa dan apa saja yang masyarakat
ingin mengunggah informasi meskipun kadang bisa menjurus ke hoaks. Tapi ingat
media resmi bisa menggunakan kekuatan untuk mempertajam dan menetralkan
situasinya dengan memberikan informasi yang akurat sesuai prosedur jurnalistik,â€
tegasnya.
Tidak lupa perlunya hak
cipta tulisan seseorang pada media resmi agar tidak mudah dijiplak atau copy
paste oleh media yang tidak resmi karena perkembangannya sekarang pesat yang
kadang mereka kurang tahu prosedur jurnalistik etikanya.
“Untuk itu pada malam
puncak HPN tahun 2023 para media resmi harus saling bekerjasama memberikan
informasi akurat kepada masyarakat dan bisa berkolaborasi dengan hadirnya media
sosial,†ujar dia.
Sementara itu, Kepala
Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Diskkominfo Batang Andari Rooska
Yuseffina mengatakan, bahwa malam puncak peringatan HPN tahun 2023 membuka mata
media untuk pemberitaan informasi kepada masyarakat harus cerdas dan waras.
“Apalagi adanya
perkembangan digitalisasi memunculkan adanya media sosial seperti Facebook dan
Instagram yang lebih menarik masyarakat. Meskipun informasi yang diberikan
disana tidak semuanya valid,†ungkapnya.
Bahkan tidak sedikit
memanfaatkan media sosial untuk keuntungannya sendiri dalam menyebarluaskan
informasi. Peran media resmi, disini harus bisa memberikan informasi yang
seimbang agar masyarakat tidak masuk dalam informasi yang salah.
“Tetapi tidak menutup
mata juga pada media sosial. Benar yang disampaikan beliau Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo, harus adanya kolaborasi media resmi dengan media sosial untuk
mempelajari bagaimana membuat konten yang menarik dan dilihat banyak masyarakat
tapi tidak lupa prosedur jurnalistik harus ada,†pungkasnya.