Satwa Macan Kumbang Tidak Terselamatkan, SBJ Semaksimal Segala Upaya Penyelamatan

Rabu, 01 Maret 2023 Jumadi Dibaca 1.785 kali Pariwisata
Satwa Macan Kumbang Tidak Terselamatkan, SBJ Semaksimal Segala Upaya Penyelamatan
Batang - Adanya penemuan satwa dilindungi jenis macan kumbang atau Panthera pardus melas yang dibawa untuk konservasi di Safari Beach Jateng (SBJ) Kabupaten Batang pada tanggal 25 Februari bersama BKSDA Provinsi Jawa Tengah.

Batang - Adanya penemuan satwa dilindungi jenis macan kumbang atau Panthera pardus melas yang dibawa untuk konservasi di Safari Beach Jateng (SBJ) Kabupaten Batang pada tanggal 25 Februari bersama BKSDA Provinsi Jawa Tengah.

Kondisi saat ini macan kumbang telah meninggal yang berjenis kelamin betina dan berusia 2 tahun setelah menjalani observasi secara mendalam pada satwa.

“Hari ini kami akan melaporkan melalui konferensi pers, bahwa penemuan satwa macan kumbang kemarin di hutan Petungkriyono telah meninggal dan sudah dilaporkan ke BKSDA pusat,” kata Kepala BKSDA Wilayah Pemalang  Heru Sunarto  saat konferensi pers di SBJ Kabupaten Batang, Rabu (1/3/2023).

Memang kondisi satwa macan kumbang ini ditemukan dalam kondisi lemas di dalam warung milik warga atas nama Casmadi, yang beralamat di Dusun Kroyakan Desa Mesoyi Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan.

“Setelah itu dibawa ke SBJ Batang, karena melihat lokasi terdekat untuk melakukan observasi secara mendalam melihat kondisi satwa yang sudah memburuk,” tuturnya.

Upaya yang dilakukan dokter hewan dalam rangka penyelamatan macan kumbang tersebut meliputi pembiusan, pemberian infus, pemberian antibiotik, pereda nyeri dan vitamin, serta pengambilan sampel darah macan kumbang.

“Pada hari minggu tanggal 26 Februari 2023 sebetulnya sudah membaik satwa macan kumbang, karena sudah dapat bergerak dalam kandang tetapi pukul 14.40 WIB, satwa tiba-tiba mengalami penurunan kondisi. Dokter hewan dan tim medis BDC telah berupaya semaksimal mungkin memberikan pertolongan medis namun satwa macan kumbang tetap tidak bisa terselamatkan,” terangnya.

Untuk mengetahui lebih mendalam penyebab kematian macan kumbang tersebut, Balai KSDA Jawa Tengah mengirimkan sampel organ macan kumbang dimaksud untuk dilakukan uji laboratorium di Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Sementara itu, Dokter Hewan SBJ Batang Winanda menyampaikan, bahwa kondisi satwa macan kumbang waktu ditemukan memang sudah dalam kondisi yang buruk. Makanya, waktu di lokasi tim kami sudah melakukan tindakan medis karena takutnya kalau tidak segera ditangani akan meninggal diperjalanan.

“Sesudah sampai disini dilakukan observasi secara mendalam pada satwa macan kumbang tersebut, ditemukan infeksi peradangan, kerusakan jaringan, hypoproteinemia, dan banyak luka. Melihat dari kondisi luka satwa bukan dari pemburu atau jebakan yang memang dipasang, tetapi lukanya dari sesama satwa yang berada di hutan,” terangnya.

Kondisi lukanya sendiri sudah didapatkan satwa sekitar semingguan ke belakang, karena sudah membusuk dengan banyak belatung.

“Segala upaya sudah kami lakukan semaksimal mungkin dalam rangka penyelamatan macan kumbang tersebut meliputi pembiusan, pemberian infus, pemberian antibiotik, pereda nyeri dan vitamin,” ungkapnya.

Selama dalam perawatan, lanjut dia, satwa tetap diberikan infus dan obat-obatan. Hari Sabtu malam, macan kumbang sempat memakan tikus putih satu ekor dan pada hari Minggu pagi memakan ayam satu ekor namun dimuntahkan.

Pada siang harinya tiba-tiba satwa mengalami penurunan kondisi hingga tidak bisa diselamatkan. Dari hasil nekropsi oleh tim medis, ditemukan banyak organ dalam yang telah rusak dan membusuk serta ditemukan banyak cacing di dalam usus macan kumbang.

“Dugaan sementara penyebab kematian adalah adanya kegagalan fungsi organ dan infestasi parasit akut,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 100
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 412
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 51
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 138
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 128
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 184