Batang - Calon jamaah haji dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), menyayangkan wacana pemerintah menaikkan Ongkos Naik Haji (ONH), hingga Rp69 juta.
Batang - Calon jamaah
haji dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), menyayangkan wacana
pemerintah menaikkan Ongkos Naik Haji (ONH), hingga Rp69 juta.
Banyak alasan
dikemukakan, mulai dari dana yang minim hingga persiapan waktu yang terlalu
mepet untuk mengumpulkan biaya tambahan.
Mendengar wacana
tersebut, Ketua KBIHU Aisyiyah Batang, Hj. Kaifiyah merasa prihatin.
“Banyak calon haji yang
terkejut dan sedih karena kenaikannya terlalu drastis,†katanya, saat ditemui,
di kantor KBIHU Aisyiyah Batang, Kabupaten Batang, Selasa (14/2/2023).
Calon haji dari
bimbingan KBIHU Aisyiyah mengharapkan agar para anggota dewan dapat
mempertimbangkan kembali tentang wacana tersebut.
“Semoga beliau yang
duduk di Senayan lebih memihak pada rakyat,†harapnya.
Menengok pelunasan
biaya pada tahun-tahun sebelumnya, calon haji cukup menyiapkan dana antara Rp10
juta - Rp15 juta. Namun wacana pelunasa biaya haji hingga lebih dari Rp40 juta,
dirasa memberatkan jamaah.
Ia menegaskan, KBIHU
hanya bertugas memberikan bimbingan manasik.
“Sebagian ada yang
tetap bersemangat mengikuti agenda manasik dan lainnya, tapi ada pula yang
merasa bimbang, akhirnya tidak ikut bimbingan,†ujar dia.
Jamaah yang terdaftar
program bimbingan yang termuda berusia 33 tahun dan paling tua 70 tahun.
“Kalau pun memang naik,
ya jangan terlalu tinggi, mungkin Rp20 juta masih bisa terjangkau. Sebab calon
haji kami mayoritas pedagang, tiap rupiah yang didapat mereka tabung, supaya
bisa beribadah ke Tanah Suci,†pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)