Ponpes Nashrul Huda II Batang, Hasilkan Berbagai Produk Untuk di Ekspor Luar Negeri

Selasa, 07 Februari 2023 Jumadi Dibaca 3.282 kali Pertanian
Ponpes Nashrul Huda II Batang, Hasilkan Berbagai Produk Untuk di Ekspor Luar Negeri
Batang - Kacang sacha inchi merupakan sejenins kacang, tapi bukan golongan varietas kacang-kacangan yang belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Pertama kali populer dibudidayakan untuk Asia Tenggara adalah Thailand, disana dikembangkan menjadi berbagai produk olahan seperti makanan.

Batang - Kacang sacha inchi merupakan sejenins kacang, tapi bukan golongan varietas kacang-kacangan yang belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Pertama kali populer dibudidayakan untuk Asia Tenggara adalah Thailand, disana dikembangkan menjadi berbagai produk olahan seperti makanan.

Melihat potensi itu Pondok Pesantren (Ponpes) Nashrul Huda II Bawang membudidayakan pohon sacha inchi disebelah pondoknya dari 3 tahun yang lalu.

Sampai saat ini sudah menghasilkan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Ponpes Nashrul Huda II Bawang berhasil menghasilkan empat produk unggulan seperti snack makanan, teh, tepung dan minyaknya.

“Kami membudidayakan pohon sacha inchi pertama itu hanya coba-coba saja, setelah berumur 1 tahun ke atas, banyak yang bilang buahnya bisa menghasilkan produk makanan, tepung, dan minyak,” kata Pengasuh Ponpes Nashrul Huda II Batang Syafiq saat ditemui di Ponpes Nashrul Huda II Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Selasa (7/2/2023).

Pertama kali eksperimen membuat snack makanan dengan percobaan tiga kali selalu gagal dari segi rasa dan teksturnya kurang, akhirnya percobaan keempat kami berhasil dengan hanya menambah bahan tambahan yakni garam saja dan pemanggangan sampai tiga kali.

Kemudian, barulah kami memproduksi yang lain yaitu tepung dan minyak. Setelah itu ada masukan bahwa daunnya bisa dibuat teh berhasil juga.

“Sacha inchi ini sangat kaya akan asam lemak seperti omega 3, omega 6, dan omega 9 yang sangat bermanfaat bagi kecerdasan anak,” jelasnya. 

Secara morfologi, lanjut dia, buah sacha inchi memiliki bentuk bintang, di mana dalam satu bintang dapat menyimpan antara 4 sampai 5 butir biji. Buah muda berwarna hijau sedangkan buah yang sudah tua bewarna coklat kehitaman.

Kami menanam disebelah Ponpes dengan luasan lahan 3.000 m dengan sacha inchi ditanam 200 pohon dengan umur 3 tahun dan 10 Ha lahan binaan petani kami.

“Panen pertama pohon mulai umur 2 tahun bisa menghasilkan 1 kg kacang sacha inchi setiap pohonnya. Menuju 3 tahun bisa menghasilkan hingga 2 kg seperti itu terus sampai pohon berumur 10 tahun semakin banyak hasilnya,” terangnya.

Jika harga jual per kilonya yang sudah dikupas kacang sacha inchi kering Rp15.000,00 per kg. Kalau masih biji lebih murah sekitar Rp10.000,00 per kg.

Makanya petani binaan kami sangat senang, karena kacang sacha inchi berpotensi ekonomis tinggi untuk dikembangkan di Indonesia.

Harga jual produksi kacang sacha inchi kami yakni Snack Makanan dijual dengan harga Rp25.000,00 per 100 ml, Teh dijual dengan harga Rp17.000,00 per 100 ml, Tepung dijual dengan harga Rp12.000,00 per 250 ml dan Minyak dijual dengan harga Rp25.000,00 per botol.

“Semua produk kami dipasarkan ke Surabaya mencapai 500 bungkus setiap bulannya yang nantinya di ekspor ke pasar luar negeri,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Libur Lebaran Usai, Siswa di Batang Mulai Masuk Sekolah
Batang Suasana hangat menyelimuti hari pertama masuk sekolah pasca-libur panjang Idulfitri. Namun, ada yang berbeda di dapur-dapur sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti rupanya belum mengepulkan asap di hari perdana ini.
30 Mar 2026 Jumadi 99
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Tinjauan Lapangan oleh Pj. Gubernur Jateng Pasca Bencana Gempa Bumi di Beberapa Wilayah Kabupaten Batang
Pj. Gubernur Jawa Tengah melakukan tinjauan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Batang
13 Des 2025 Jumadi 411
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Bupati Batang Tiadakan Pesta Tahun Baru, Diganti Doa Bersama
Batang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api maupun perayaan malam pergantian tahun.
11 Des 2025 Jumadi 50
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Jalan ke Pranten Rusak, Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Bertahap
Batang - Keluhan soal kondisi jalan rusak kembali mencuat dalam agenda Sambang Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Alun-Alun Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 137
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Bupati Batang Minta, Warga Laporkan Pupuk Dijual di Atas HET
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pupuk yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Imbauan itu ia sampaikan saat kegiatan Sambang Desa di Alun-alun Bawang, Kabupaten Batang, Senin (8/12/2025).
08 Des 2025 Jumadi 127
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Lama Menanti, Ribuan P3K Batang Terima SK
Batang - Setelah penantian panjang hingga bertahun-tahun, akhir 2.818 tenaga honorer Pemkab Batang mendapatkan angin segar sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Peningkatan status tersebut dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) yang menjadi bukti komitmen untuk memberikan hak-hak yang layak, kepada pekerja di lingkungan Pemkab Batang.
08 Des 2025 Jumadi 183