Batang Puluhan santri Darut Taubah Lapas Kelas IIB Batang menggunakan hak pilihnya dengan mengikuti pemilihan ketua santri. Proses pemungutan suara dilakukan layaknya pesta demokrasi yang diawali penyampaian visi misi para kandidat, sebelum para santri menentukan pilihannya.
Batang Puluhan santri
Darut Taubah Lapas Kelas IIB Batang menggunakan hak pilihnya dengan mengikuti
pemilihan ketua santri. Proses pemungutan suara dilakukan layaknya pesta
demokrasi yang diawali penyampaian visi misi para kandidat, sebelum para santri
menentukan pilihannya.
Kepala Lapas Kelas IIB
Batang Rindra Wardhana menyampaikan, tujuan utama kegiatan ini untuk
mempersiapkan ketua santri yang baru.
“Dalam waktu dekat
ketua santri sebelumnya akan mendapatkan pembebasan, maka ketua yang baru kami
persiapkan lebih awal,†katanya, usai menyaksikan proses pemungutan suara pemilihan
ketua santri Darut Taubah di Lapas Kelas IIB Batang, Kabupaten Batang, Selasa
(24/1/2023).
Ia mengimbau, ketua
santri yang terpilih, nantinya harus mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.
“Mereka kami latih
memaparkan visi misinya di hadapan para santri. Ketua santri yang terpilih
memiliki tugas untuk membawa blok santri ini jadi lebih baik dalam ibadah
hingga mematuhi aturan dalam Lapas,†terangnya.
Di dalamnya juga ada
proses tanya jawab dengan para panelis yang dihadirkan dari beberapa pihak, di
antaranya perwakilan dari Kantor Kemenag Batang.
“Ide ini muncul dari
rekan petugas bagian registrasi yang mengemas pemilihan ketua santri, layaknya
pemilihan umum,†jelasnya.
Kegiatan ini juga
bagian dari upaya Lapas mengedukasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tentang
tata cara pemungutan suara dan seluruh prosesnya.
“Apalagi di tahun 2024,
kita akan menggelar pesta demokrasi pemilihan Presiden, DPR dan Kepala Daerah,
jadi momentumnya sangat tepat,†tegasnya.
Sebanyak 81 WBP santri
Darut Taubah menggunakan hak pilihnya. Sistem ini baru pertama kali di
Indonesia, pemilihan ketua santri dengan menerapkan pemilihan langsung.
Dalam menentukan
kandidat, pihak Lapas memperhatikan kompetensi dalam keilmuan agama hingga
kepemimpinan.
“Setelah terpilih, enam
bulan kemudian akan kami evaluasi. Jika memang layak akan dilanjutkan hingga
masa tugasnya satu tahun ke depan,†tandasnya.
Sementara itu, Ketua
Santri Darut Taubah terpilih, Muhammad Nasirin mengatakan, pemilihan ketua
santri secara langsung sangat baik. Para santri dapat menentukan ketua yang
paling tepat.
“Visi misi saya, ingin
meningkatkan keilmuan khususnya agama para santri, jadi lebih baik. Contohnya
mampu membaca Alquran secara baik dan benar, sehingga bermanfaat bagi
masyarakat nantinya,†ungkapnya.
Pria 36 tahun ini
sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren.
“Saya merasa tidak
percaya kalau saya menang. Bingung juga kok bisa menang,†ujar dia.
Ia mengaku tidak ada
doa khusus, namun berupaya menunjukkan perilaku keseharian yang sering
dilakukan, untuk disampaikan kepada rekan santri.
“Semalam sempat mimpi
juga kalau saya jadi imam salat subuh para petugas Lapas. Mungkin itu pertanda
dari Allah,†pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)