Batang Aksi kocak empat badut ndower yang diperankan kaum ibu, mengundang gelak tawa anak-anak korban banjir. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh tiga organisasi kemasyarakatan yakni Serikat Pekerja Nasional (SPN) Batang, Omah Tani dan Kampung Hijrah.
Batang Aksi kocak
empat badut ndower yang diperankan kaum ibu, mengundang gelak tawa anak-anak
korban banjir. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh tiga organisasi kemasyarakatan
yakni Serikat Pekerja Nasional (SPN) Batang, Omah Tani dan Kampung Hijrah.
Sejumlah permainan
disuguhkan badut ndower, untuk membangkitkan semangat anak, pasca banjir yang
menggenangi rumah dan sekolah.
Sekretaris SPN Batang,
Gotama Bramanti mengatakan, semangat anak sudah kembali bangkit, setelah tiga
hari berturut-turut dilanda banjir.
“Hadirnya badut ndower
di sini selain menghibur juga bisa mengembalikan semangat anak dengan beragam
permainan,†katanya, saat ditemui, di Kampung Jamune Bu’e, Dracik Proyonanggan
Kabupaten Batang, Jumat (6/1/2023).
Salah satu pemeran
badut ndower, Sulis menyampaikan, berperan sebagai badut di hadapan anak-anak
korban banjir merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri karena bisa menghibur
sekaligus menghilangkan trauma pasca lingkungannya terendam air.
“Alhamdulillah kami
bisa menghibur anak-anak yang terdampak banjir. Anak-anak juga terlihat
antusias dan gembira, semoga dengan kehadiran kami mereka tidak trauma lagi,†tuturnya.
Beberapa permainan yang
disuguhkan, mulai dari kereta api, bernyanyi dan joget bersama.
“Anak-anak juga diberi
kesempatan untuk mengenalkan diri di hadapan pengunjung, supaya bisa
memunculkan mental pemberani,†jelasnya.
Salah satu korban
banjir, Ara siswi kelas 3 SD mengungkapkan, banyak permainan dan hadiah yang
diberikan, sehingga ia bersama teman sebayanya kembali gembira.
“Senang sekali karena
tadi dapat buku karena bisa menjawab pertanyaan,†ungkapnya.
Dalam kesempatan yang
sama, warga terdampak banjir pun mendapat pelayanan periksa kesehatan gratis
dari pihak medis.
dr. Junaedi Wibawa
menyampaikan, pengobatan gratis digelar sebagai bakti sosial kepada warga yang
terdampak banjir.
“Ini bisa membantu
mereka yang tidak bisa berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan karena faktor
baru terdampak banjir, jadi kegiatan ini sangat membantu memudahkan warga
memperoleh layanan kesehatan yang ringan,†terangnya.
Beberapa penyakit yang
rawan diderita kaum ibu, yakni pegal dan capek, setelah membersihkan rumah.
“Sebagian dari mereka
juga ada yang menderita hipertensi. Sedangkan anak-anak, terserang flu dan
batuk ringan serta diare, karena efek dari banjir,†ujar dia. (MC Batang,
Jateng/Heri/Jumadi)